oleh

Almalik Pababari Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

-Mamuju-104 Pembaca

Darasaksara.comMamuju – Anggota DPD RI, H. Almalik Pababari kembali melakukan Sosialisasi empat Pilar Kebangsaan.

Kegiatan yang di pusatkan di Nall Cafe, sekitar Rumah Adat Mamuju pada Rabu (07/04) dihadiri oleh sejumlah perwakilan kelompok organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa.

Pada kesempatan tersebut, Anggota DPD RI, H. Almalik Pababari memberikan penjelasan peran dan fungsi DPD.

” Sesungguhnya DPD ini peranannya sangat luar biasa, karena kita mewakili Daerah, sehingga seluruh permasalahan yang ada di Daerah tentu harus kita tau semua,” kata Almalik.

Lebih jauh, Almalik menjelaskan bahwa tugas pokok DPD seperti saya ini komite I membidangi Pemerintahan dan Perundang – undangan, termasuk mengurusi masalah pemekaran wilayah dan membidangi hubungan pusat dan daerah.

Sekaitan dengan wacana empat Pilar Kebangsaan, mantan Bupatimu Mamuju ini menyebut bahwa hal tersebut sangatlah urgen.

” Kenapa penting empat pilar kebangsaan ini ? kerena inilah yang menyengga Negara kita, sehingga tugas kita bersama kembali membumikan nilai – nilai Pancasila, Undang – Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” ujar Almalik.

Seringkali kita temukan sejumlah masyarakat tidak memahami esensi dari Pancasila, NKRI, Undang – Undang Dasar dan Bhineka Tunggal Ika, sehingga inilah merupakan kecemasan buat kita demi masa depan Negara,itulah sebabnya, kita harus masyarakatkan kembali empat pilar ini yang dimana sasarannya adalah para generasi muda,” pungkas Almalik.

Sementara, DR. Amran HB selaku Narasumber pada kegiatan tersebut memaparkan bahwa, Pancasila sebagai Ideologi Negara setidaknya ada 4 siklus yang ada dalam memahami Pancasila, yang pertama adalah konsensus perumusan Pancasila itu sendiri, karena Negara ini adalah dibangun diatas kesepakatan oleh para pendiri bangsa ini.

Siklus yang kedua Kata Amran, penganutan Pancasila sebagai ideologi, dimana Pancasila sebagai anutan untuk dijadikan sebagai satu ideologi bersama dan siklus yang ketiga adalah pengenalan Pancasila sebagai ideologi dan yang ke empat adalah aktualisasi dari nilai – nilai Pancasila itu sendiri.

Amran juga mengungkapkan ada empat masalah pokok yang kita hadapi saat ini, yakni lunturnya nilai Pancasila, benturan ideologi lain, lemahnya transformasi nilai Pancasila ke kaum milenial dan menguaknya individualisme dan pragmatisme.

Ditempat yang sama, Syarifuddin Mandegar yang juga selaku Narasumber mengatakan, Pancasila, Undang – undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika adalah merupakan penyangga sekaligus menjadi konsensus berdirinya Negara ini.

Syarifuddin melihat empat pilar Kebangsaan dalam persfektif sosiologis, filosofis dan psikologi sosial.

Pertama kita harus melihat apa tujuan berdirinya Negara Republik Indonesia, melihat fenomena seperti tingka laku masyarakat yang bersumber dari fikiran dan perasaan masyarakat seperti pelaku bom bunuh diri yang baru – baru ini terjadi,” tegas pria yang akrab disapa Udin ini.

Selain itu, ada fenomena dalam masyarakat yakni munculnya superioritas yang menganggap dirinya yang paling hebat, dan ketika masuk dalam sebuah kelompok akan menjelma menjadi etnosentrime yaitu kelompoknyalah yang paling benar dan ini sangat berbahaya,” kunci Sarifuddin.

Penulis   : Yusriadi.

Editor      : Darasaksara.com.

Komentar

News Feed