oleh

Arwan Aras : Bantuan Santunan Korban Gempa Di Mamuju Jangan Ditunda – Tunda

-Mamuju-821 Pembaca

Darasaksara.comMamuju – Setelah menyerahkan bantuan santunan kepada ahli waris untuk korban bencana gempa bumi di Majene pada Selasa (23/02/21) kemarin, Anggota DPR RI dari Partai PDI Perjuangan, H. Arwan Aras kembali memberikan santunan kesejumlah ahli waris korban bencana gempa bumi terkhusus di Kabupaten Mamuju.

Arwan mengaku bahwa sejak kemarin pihaknya bersama dengan Kementrian Sosial yang diwakili oleh Kasubdit Pemulihan Dan Penguatan Sosial, yakni Budak Bakti Bidari sudah mulai start di Kabupaten Majene.

” Sebenarnya kita tidak hanya bicara secara khusus di Majene – Mamuju, namun kita berbicara Sulawesi Barat secara umum,” kata Arwan.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa  penyaluran bantuan untuk para ahli waris korban bencana gempa ini sudah clear, tidak ada lagi setelah Majene dengan korban jiwa 13 orang dan kemarin sudah selesai tersalurkan.

Sementara untuk hari ini, Rabu (24/02/21) tepat pukul 09 : 00 Wita di Mamuju, kita melakukan hal yang sama, dimana ada 95 korban yang harus kita berikan santunan dari Kementrian Sosial,” ungkap Arwan Aras.

Arwan berharap kepada keluarga korban untuk tetap bersabar dan ikhlas meski bantuan tersebut tidak akan bisa menutupi luka duka yang dirasakan.

Kepada keluarga korban, tentu kita memberikan support untuk tetap bersabar, ikhlas serta apa yang hari ini diterima tentu tidak akan bisa menutupi luka duka yang dialami,” harapnya.

Tak hanya itu, pihaknya menjelaskan bahwa santunan ini hanya bentuk kehadiran pemerintah pusat dalam rangka membantu meringankan beban saudara kita,” imbuhnya.

Menurutnya, bantuan berupa santunan kepada ahli waris korban bencana gempa di Sulbar ini masih terbilang terlambat.

” Saya menilai ini masih sangat terlambat, dimana yang meninggal dunia itu hanya sekira 100 lebih, seharusnya pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Barat lebih cepat melakukan pendataan, namun faktanya satu bulan lebih baru bisa dijalankan,” terangnya.

Karena dananya sudah ada semua, kita berharap Dinas Sosial Kabupaten ini untuk pro aktif dan tidak menunda – nunda atau ada alasan apa pun yang membuat keluarga korban menunggu semakin lama,” tegas politisi PDI – Perjuangan ini.

Hari ini kami secara simbolis menyerahkan santunan untuk korban gempa bumi serta pengaktifan rekening tabungan serta ATM, dan saya lihat langsung isinya sudah ada,” kata Arwan.

Untuk itu, Dinas Sosial Kabupaten Mamuju diharapkan untuk memanggil semua masyarakat yang menjadi penerima bantuan tersebut, jadi jangan ada alasan lagi seperti data belum lengkap,” ujar Arwan.

Tujuan dari kedatangan Kasubdit Pemulihan Dan Penguatan Sosial ini bukan datang untuk melakukan pendataan lagi, tetapi tujuannya untuk menyalurkan yang dimana sejak awal kita sudah kawal,” kata Arwan.

Tak hanya itu, anggota DPR RI dari partai PDI – Perjuangan ini pun menyoroti penanganan bencana di Sulawesi Barat.

Menurut saya, ini sangat ironi, dimana kita sudah mempunyai struktur sampai ke bawah, namun sampai hari ini masih terjadi upaya saling menyalahkan,” sesalnya.

Saya melihat di media sosial, bahkan melalui berita elektronik, banyaknya dugaan permainan yang tidak harus dilakukan di masa bencana seperti ini. Artinya, disini nilai kemanusiaan kita diuji, dimana semestinya apa yang kita punya itu dikeluarkan,” kunci Arwan.

Terkhusus kami, pasca gempa pada 15 Januari 2021 lalu, nanti kami bisa bergerak pada hari Minggu, karena tanpa sadar ternyata rekan – rekan saya banyak yang tertimpa musibah, akhirnya kita amankan dulu keluarganya, setelah itu baru kita bergerak dan sampai hari ini kami belum berhenti bergerak melalui Badan Penanggulangan Bencana PDI – Perjuangan,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mamuju Lutfi Muis saat dikonfirmasi via telepon, mengaku bahwa penyaluran kepada penerima santunan untuk ahli waris korban gempa akan dimaksimalkan.

” Jadi, sesuai dengan penyampaian pihak Bank Mandiri  itu 15 dalam satu hari, ini untuk menghindari kerumunan orang banyak dan tetap menjalankan protokol kesehatan,” kata Lutfi.

Dari 95 korban yang meninggal dunia terkhusus di Kabupaten Mamuju, Lutfi menyebut tersisah dua yang belum ditemukan ahli warisnya.

Terkhusus di Mamuju dalam proses penyaluran tadi, kita akan upayakan agar ada penambahan. Dimana tadi juga disaksikan oleh anggota DPR RI yakni Arwan Aras,” terang Lutfi.

Lutfi memastikan untuk penyaluran bantuan santunan keluarga korban bencana gempa bumi terkhsus di Mamuju, tidak memungkinkan dalam waktu satu hari, alasannya untuk menghindari kerumunan masyarakat dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Hal lain yang menjadi alasan kata Lutfi, agar dananya di Bank Mandiri itu sudah siap, karena dalam satu keluarga itu tidak menutup kemungkinan orang meninggal itu ada 3 – 4 orang.

Untuk penyaluran bantuan santunan hari ini, sekira 15 ahli waris yang telah menerima secara langsung,” kunci Lutfi.

Untuk diketahui, penerima santunan korban gempa bumi yang ada di Kabupaten Mamuju sebanyak 95 korban sampai hari ini belum kelar,dan sebagaimana diatur dalam peraturan menteri sosial no 10 Tahun 2020, bahwa bantuan santunan ahli waris adalah bantuan yang diberikan untuk meringankan beban penderitaan keluarga yang ditinggalkan sebagai ahli waris.

Penulis   : Yusriadi.

Editor      : Daraskasara.

Komentar

News Feed