Dinilai Arogan, Ipmapus Sulbar Minta Kakanim Imigrasi Polman Dimutasi

Berita1,044 Pembaca

Darasaksara.comMamuju – Puluhan Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (Ipmapus) Sulbar menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementrian Hukum Dan Ham Kanwil Sulbar, Senin (19/10/20).

Dalam aksi tersebut, mereka meminta kepada Kakanwil Kementrian Hukum dan Ham Sulbar untuk segera mencopot Kakanim Imigrasi Polewali Mandar yang dinilai melalukan tindakan arogansi kepada bawahannya.

Koordinator aksi, Ahmad Zulkifli menjelaskan bahwa, kronologi awal dari kejadian ini adalah dimulai dari kegiatan pembagian masker oleh Darma Wanita Pengayoman Imigrasi Polewali Mandar pada tanggal 24 Juli 2020 lalu, setelah kegiatan tersebut selesai, maka dalam sebuah rilis di media online tim sindonews linknya dikirim ke salah satu group oleh Hj. Djaslifa.

Setelah dikirim ke group yang juga didalamnya ada Kakanim Imigrasi Polman,pada tulisan tersebut di komplain oleh Kakanim Imigrasi Polewali Mandar yang dimana pihaknya tidak menerima bahwa komentar Hj. Djaslifa mendahului komentar Kakanim Imigrasi Polman,” terang Ahmad.

Dari kejadian tersebut, kemudian menjadi polemik, hingga berefek pada Hj. Djaslifa dinilai mencari panggung dalam kegiatan tersebut dan terjadi dugaan intimidasi pada suami dari Hj. Djaslifa yang juga merupakan pegawai dari kantor Imigrasi Polman,” lanjut Ahmad.

Pada tanggal 23 September 2020, maka Hj. Djaslifa bersama suami hadir untuk mengklarifikasi permasalahan tersebut, dengan tujuan yang baik, dalam ruangan Kakanim Imigrasi Polman, Hj. Djaslifa mengklarifikasi, namun selang beberapa menit, Kakanim Imigrasi Polman memukul meja dengan nada yang keras lalu mengusir Hj. Djaslifa dari ruangannya,” ungkap Ahmad.

Dari hal ini, tentu kami sebagai keluarga tidak akan pernah menerima perlakuan dan sikap arogansi dari Kakanim Imigrasi Polman yang memperlakukan bawahannya tidak manusiawi,” tegas Ahmad.

Untuk itu, kami meminta kepada Kakanwil Kementrian Hukum dan Ham Sulbar untuk segera mengevaluasi dan mencopot Kakanim Imigrasi Polewali Mandar dari jabatannya,” pungkas Ahmad.

Ditempat yang sama, Mutia, Devisi Administrasi Kementrian Hukum dan Ham Kanwil Sulbar mengaku bahwa pihaknya sudah mengaku sudah mengambil langkah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut .

” Jadi kami sudah mengambil langkah – langkah yang cepat, dimana kejadian pada tanggal 23 September 2020 dan hari berikutnya Kakanwil membentuk tim pemeriksa dan penanggung jawab,” kata Mutia.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa tim pemeriksa ini akan memeriksa kedua bela pihak, dalam hal ini terlapor dan pelapor, setelah melakukan pemeriksaan Kakanwil mengutus kami ke Jakarta dan kami langsung berangkat.

Semua permasalahan ini kami sudah sampaikan langsung ke pusat, sehingga tentu mekanisme itu kami harus taat aturan, pemeriksaan sementara berjalan dan tak usah khawatir, percayakan sama Kakanwil yang sudah merespon permasalahan ini,” ujarnya.

Sementara, Kakanwil Kementrian Hukum Dan Ham Sulbar, H. M. Anwar N juga mengaku telah mengetahui apa yang menjadi permasalahan tersebut.

” Saya sudah mengetahui permasalahan tersebut, termasuk sudah melihat langsung videonya dan dari kejadian itu kami membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan,” sebut Anwar.

Selain itu, pihaknya juga mengaku sudah memanggil kedua bela pihak dan meminta kepada Kakanim Imigrasi Polewali Mandar untuk meminta maaf kepada keluarga Hj. Djaslifa, namun itu ditolak.

” Jadi kami sudah melakukan upaya untuk memanggil kedua bela pihak, termasuk meminta kepada Kakanim Imigrasi Polman meminta maaf kepada keluarga Hj. Djaslifa, termasuk saya sendiri yang akan mengantar langsung, namun pihak keluarga menolak,” ungkapnya.

Meski demikian, Anwar mengaku tetap menyampaikan hal ini ke Dirjen Imigrasi di Jakarta sebagai laporan.

Jadi kami sudah menindak lanjuti hal ini dengan menyampaikan ke pusat, persoalan mutasi atau pencopotan tentu itu bukan gawaian kami, yah kita tunggu saja SK dari pusat apakah ada nama dari Kakanim Imigrasi Polman nantinya, dan itu semua melalui proses.” Kunci Anwar.

Penulis   : Muh Afdillah.

Editor      : Yusriadi.

Komentar