Dituding Halangi Program Untuk Petani, Begini Jawaban Kadis Pertanian Mamuju

Daerah, Mamuju711 Pembaca

Darasaksara.com Mamuju – Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Mamuju Alwinuddin, mengaku bingung atas tudingan yang di alamatkan ke dirinya yang menyebutkan ia tidak welcome dalam upaya aktualisasi bantuan kepada para petani, bahkan di pandang cenderung mempersulit kebijakan terkait sinergitas dengan berbagai pihak dalam upaya membantu para petani.

Sebelumnya, Anggota DPR RI Daerah pemilihan Sulawesi Barat, Suhardi Duka melalui media online merasa dihalangi oleh Pemerintah Kabupaten Mamuju dalam menjalankan programnya untuk kepentingan petani.

Merespon hal tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Mamuju Alwinuddin, Senin, (6/7) mengaku sedikit bingung atas tudingan tersebut, karena dirinya hingga saat ini tidak merasa mempersulit hal itu.

Namun demikian, ia menegaskan semua  bentuk upaya penyaluran bantuan kepada kelompok tani harusnya tetap mengedepankan prosedur yang didasarkan pada perencanaan sehingga tidak keluar dari koridor yang seharusnya,
semua kegiatan hendaknya bisa di singkrongkan pada perencanaan
yang telah diajukan ke Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan ( Bappepan )
Jadi sifatnya tidak ada program yang tiba-tiba, karena semua harus melalui tahapan perencanaan,” kata Alwi.

Lebih jauh Alwi menjelaskan bahwa, terkait program bantuan benih jagung, dirinya mengaku setiap tahun bantuan benih tersebut memang telah diterima pemkab Mamuju dari APBN melalui Kementerian Pertanian, dan tahun ini juga profosalnya telah diajukan, baik melalui Bappepan yang diteruskan ke pusat maupun melalui aplikasi E-Profosal yang setiap tahun dilakukan penginputan.

Soal tidak adanya niat menghalangi bahkan mempersulit adanya bantuan dari pihak lain, Alwi mencontohkan adanya bantuan pemerintah pusat melalui Satuan Kerja (Satker) Dinas pertanian Provinsi yang juga
dalam waktu dekat setelah benih jagung rampung akan segera didistribusikan oleh Dinas tanaman pangan hortikultura dan peternakan Kabupaten Mamuju kepada kelompok tani penerima.

Kita semua harus pahami ada prosedur yang tidak bisa di langgar, karena jika itu dilakukan maka pasti akan berdampak tidak baik, dicontohkan bibit yang akan disalurkan ke masyarakat petani tentu harus lebih dulu dilakukan pemeriksaan laboratorium oleh Balai Sertifikasi benih untuk menguji kelayakan varietas bibit, jangan sampai apa yang diterima oleh para kelompok tani tidak layak tanam,” terangnya.

Belum lagi soal kelompok tani yang akan menjadi penerima harusnya sesuai dengan data yang telah terverifikasi dan telah
terinput pada sistem sebagai kelompok tani yang memang layak untuk menerima bantuan.” kunci Alwi, Selasa (7/6).

Penulis   : Nur Arafah.

Editor     : Muh Zen.

Komentar