oleh

DKKM Hadirkan Persembahan Khusus untuk Mamuju

-Mamuju, Sosbud-329 Pembaca

Darasaksara.com – MAMUJU – Dewan Kesenian dan Kebudayaan Mamuju (DKKM) tak mau diam saja menyongsong hari bersejarah bagi Mamuju.Untuk itu, dalam rangka menyambut hari jadi Mamuju ke 481 tahun ini, DKKM menyiapkan persembahan khusus yang disebut Tribute to Mamuju dan dikemas dengan tema “Manakarra Pembolonganta”.

“Ini juga sekaligus memperingati tiga tahun DKKM,” ujar Ketua DKKM, Irwan Satya Putra Pababari, dalam konfrensi pers, di Paddock Cafe, Jl. Diponegoro Mamuju, Rabu 7 Juli.
Tribute to Mamuju adalah mini konser yang lagu-lagu Mamuju dengan aransemen khusus dikemas apik melalui perpaduan musik tradisional dan modern.
“Ada lagu berbahasa Tapalang, Kalumpang dan Bahasa Mamuju. Kegiatannya di Nal Cafe, Selasa malam 13 Juli,” sambung Irwan.
Masing-masing lagu menggambarkan situasi dan kondisi wilayah daerah tersebut.

“Katakanlah Mamuju, kami membawakan lagu Lemba Mamuju dan Oh Mamuju. Terus Lemba Tapalang dan To Lambi Lambi serta lagu kalumpang, judulnya Kalumpang Tondok Suki’ dan Kekaruwen Bomi Sae, yang juga menggambarkan Kalumpang,” jelas Irwan.

Menurut Irwan, pementasan kebudayaan itu merupakan persembahan tiga etnik di Mamuju, yang diekspresikan melalui lagu. Di setiap lagu yang dinyanyikan ditampilkan juga dengan sinopsis yang memberikan gambaran kepada penonton tentang alur cerita atau hal-hal penting yang disampaikan melalui lagu tersebut.
Penyanyi juga bakal menggunakan pakaian tradisional. Ada yang menggunakan Sekomandi, Lipa Saqbe Mandar dan Baju Badu dan sebagaimnya. Dengan harapan nilai dan filosofi kebudayaan di Bumi Manakarra dapat terus dihidupkan.

Mengenai tema yang menyelipkan bahasa asing, itu dengan maksud agar spektrumnya lebih luas. Sebab, ketika hanya menggunakan bahasa Mamuju Manakarra Pembolonganta, skopnya sangat terbatas sebab tidak semua orang mengerti bahasa Mamuju,” jelas Irwan.

Persembahan tersebut digawangi oleh DKKM dan kolaborasi beberapa komite di DKKM. Seperti komite seni, bahasa dan sastra, komite musik, dan fashion.
Mengingat kita masih berada dalam masa pandemi Covid-19, maka mini konser tersebut bakal memprioritaskan penerapan protokol kesehatan dengan hanya menggunakan 50 persen dari kapasitas lokasi kegiatan.

“Kita juga bakal melakukan live streaming atau siaran langsung di media sosial agar semua pihak bisa menyaksikan kegiatan tersebut,” papar Irwan.

Artistic Director Mini Konser DKKM, Aris Michael menyebutkan, seluruh tim sudah melakukan persiapan dengan latihan rutin sejak jauh hari.

“Kita bakal membawakan lagu Mamuju dalam konteks etnik modern. Dimana perpaduan musik modern dengan musik tradisional. Sehingga menjadi sebuah pertunjukan menarik,” sebutnya.
Dengan kolaborasi musik modern dan tradisional, kata dia, agar lagu-lagu Mamuju dapat semakin dikenal di Indonesia. “Tentu supaya lagu daerah kita bisa juga dinyanyikan di daerah lain,” pungkasnya.

Rls.

Komentar

News Feed