Duet Anies – Cak Imin, Begini Respon Nasdem, PKS dan Demokrat Di Sulbar

Daerah477 Pembaca

Darasaksara.com – MAMUJU – Deklarasi Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar sebagai Capres dan Cawapres telah dilakukan di Hotel Majapahit, Surabaya, Sabtu (2/9/2023).

Pada deklarasi tersebut, turut dihadiri oleh ketua umum Partai NasDem Surya Paloh hingga Waketum NasDem Ahmad Ali dan beberapa petinggi partai yang tergabung dalam Koalisi perubahan untuk persatuan (KPP)

Meski tak dihadiri partai Demokrat, koalisi perubahan untuk persatuan (KPP) telah resmi memasangkan Anies Baswedan dengan Muhaimin Iskandar sebagai pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden.

Duet Anies – Cak Imin ini tentu mendapat respon dari para petinggi partai politik yang ada di daerah, terkhusus di Sulawesi Barat NasDem dan PKS sepertinya akan tetap komitmen menunggu instruksi dari tingkat DPP untuk bergerak dalam pemenangan di Pilpres mendatang.

Ketua DPD NasDem Mamuju, Yudiaman Firusdi,SH saat dikonfirmasi via WhatsApp mengaku akan tegak lurus pada apa yang menjadi putusan partai.

“Kami di DPD NasDem Mamuju tentu akan tegak lurus pada apa yang menjadi putusan di tingkat DPP sampai jajaran kebawah” kata Yudiaman.

Sementara ditanya progres dan langkah kedepan dalam memenangkan Anies Baswedan di Mamuju, Yudiaman mengaku akan menggerakkan mesin – mesin partainya yang saat ini dikomandainya di Mamuju.

“Saya pikir sejak awal relawan Anies ini sudah terbentuk dan tentu akan bergerak dalam rangka memenangkan pasangan ini. Sementara untuk kami di partai juga tetap menggerakkan mesin partai dan tegak lurus pada instruksi DPP, ” ujar Yudiaman.

Terpisah, Ketua DPW PKS Sulbar Yuki Permana mengaku bahwa partainya menyambut baik atas bergabungnya PKB dalam koalisi perubahan untuk persatuan (KKP).

Menurut Yuki, dengan bergabungnya PKB, akan semakin mengokohkan semangat dan optimisme meraih kemenangan pada Pilpres untuk mewujudkan Indonesia adil,sejahtera dan bermartabat.

Selain itu kata Yuki, PKS menghormati keputusan partai besutan Surya Paloh dan PKB yang telah mendeklarasikan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai Capres dan Cawapres yang akan maju pada pilpres 2024 mendatang.

Sementara soal diusungnya Muhaimin Iskandar sebagai calon wapres yang akan mendampingi Anies, Yuki mengaku bahwa hal tersebut akan diusul pada musyawarah majelis syura (MMS) PKS.

Ditanya soal sikap Partai Demokrat yang memilih untuk tidak bertahan dalam koalisi, Yuki mengaku bahwa PKS menghormati keputusan tersebut.

“Kami memahami dan menghormati sikap Partai Demokrat yang menyatakan keluar dari KPP terhadap pencalonan Anies Baswedan,” ungkap Yuki.

Meski demikian, PKS masih berharap partai besutan SBY ini tetap berada dalam barisan KPP.

“Sesungguhnya kami sangat berharap partai Demokrat tetap berada dalam KPP, ” pungkas Yuki.

Berbeda dengan NasDem dan PKS, Ketua DPC Demokrat Mamuju, Sitti Suraidah Suhardi menyesalkan sikap Anies Baswedan yang dinilai tidak komitmen atas apa yang dibangun dalam koalisi.

“Kita sudah melihat pasangan Anies dan Cak Imin deklarasi, yang kami persoalkan adalah Anies seolah lari dari komitmen koalisi,” ungkap Suraidah.

Lebih jauh Suraidah menjelaskan, pada dasarnya bukan kami (Demokrat) yang menyodorkan diri bergabung dalam koalisi sebelumnya. Akan tetapi, justru Anies yang melamar AHY, dan setelah kami (Demokrat) berkomitmen dalam koalisi tersebut, tiba – tiba saja ada yang ingkar dari komitmen dengan cara menggandeng yang lain tanpa ada pemberitahuan.

“Jadi, kekecewaan ini bukan karena kami tidak diambil Anies, tapi ada komitmen yang diingkari, sehingga berdasarkan arahan Majelis Pertimbangan Partai, maka Demokrat akan keluar dari koalisi Anies,” jelas Suraidah.

Soal kemana arah dukungan Demokrat untuk Pilpres 2024 ini pasca menyatakan sikap keluar dari koalisi Anies, Suraidah menyebut tetap menunggu keputusan dari DPP Partai Demokrat.

“Kita masih menunggu arahan dari DPP akan kemana arah dukungannya, karena masih akan ada rapat,” kunci Suraidah, Sabtu 2 September 2023.

[Fai/AR]

Komentar