GMNI Mamuju Nilai Pergantian Nama Bandara Tidak Urgen

Berita, Uncategorized374 Pembaca

Darasaksara.com – Mamuju – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamaju soroti perubahan nama Bandara Tampa Padang Mamuju.

Ketua GMNI Cabang Mamuju, Muh Fahtir kepada laman ini, Rabu 21 April 2022 mengatakan, perubahan nama bandara Tampa Padang tidak begitu Urgent untuk dilakukan.

Menurutnya, ada banyak soal lain yang harus lebih diperhatikan seperti pembayaran pembebasan lahan Masyarakat yang terkena pelebaran Bandara yang sampai hari ini belum selesai.

Fathir menilai selama kepemimpinan ABM – Enny, ada begitu banyak problem di Sulbar yang masih sangat jauh dari apa yang diharapkan.

” Dalam 5 tahun kepemimpinan Gubernur dan wakil Gubernur Sulbar ABM – Enny, saya melihat masih banyak problem di Sulbar yang masih sangat jauh dari apa yang diharapkan,” kata Fathir.

Aktivis GMNI Cabang Mamuju ini kemudian mengurai berbagai problem krusial dibeberapa sektor, seperti soal pendidikan,dimana 20% anggaran yang juga termasuk anggaran APBN untuk pendidikan Sulbar namun juga tidak mempengaruhi tingkat kualitas pendidikan Sulbar.Seperti data LTMPT dari 23.110 sekolah satupun sekolah dari Sulbar tidak masuk 1000 sekolah yang memiliki standar penilaian UTBK.

Lebih jauh Fathir menjelaskan, ketika bicara kemiskinan, angka kemiskinan pada September 2021 meningkat secara tahunan. Tingkat kemiskinan di Sulawesi Barat pada September 2021 mencapai 11,85% jika dibandingkan pada September 2020 sebesar 11,50%. Jumlah penduduk miskin Provinsi Sulawesi Barat pada bulan September 2021 sebanyak 165,99 ribu jiwa atau mengalami peningkatan sebesar 4,36% jika dibandingkan dengan September 2020 sejumlah 159.05 ribu jiwa.

Sementara disektor kesehatan juga tak luput dari pantauan Fathir, dirinya menyoroti kasus stunting Sulbar yang sangat tinggi, dimana berdasarkan hasil studi status gizi (SDGI) 2021 menunjukkan prevalensi stunting balita di Sulbar sebesar 33.8% sangat jauh dari Satndar WHO yaitu 20%. Dan masih banyak lagi soal yang tidak terselesaikan dgn baik di Sulbar yang katanya maju dan malaqbi ini, Seperti pendidikan, Kesehatan, ekonomi, pertanian dan lainnya.

Fathir mengungkaplan bahwa berapa kalipun kita ganti Gubernur kalau didalam pemerintahan sendiri tidak mampu membangun sinergitas dengan baik baik antar Pemerintahan Provinsi maupun dengan Kabupaten yang ada di Provinsi sulawesi Barat, maka dipastikan Sulbar tidak akan pernah maju dan malaqbi.

Tinggal menghitung hari jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur akan berakhir,namun masih jauh dari harapan dalam membangun sulbar ini. Dimana, ketika ada tugas-tugas Pemerintah yang tidak dijalankan dengan baik, maka kami para mahasiswa akan selalu melakukan gerakan-gerakan agar Pemerintah bisa bekerja dengan baik, begitupun dengan Penjabat Gubernur Sulbar nantinya, ” Simpul Fathir Rabu 21 April 2022.

[Riadi]

Komentar