Habsi Yakin API Sulbar Jadi Lokomotif Gerakan Bangun Kerukunan Umat Beragama

Sosbud609 Pembaca

Darasaksara.comMamuju – DPD Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Sulbar resmi dilantik di Aula Kantor Gubernur Sulbar lantai IV, Rabu (5/8)

Pada kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Bupati Mamuju, Drs H. Habsi Wahid,MM dan sejumlah tokoh lainnya.

Bupati Mamuju, Habsi Wahid usai menghadiri pelantikan DPD API Sulbar mengatakan, kita tentu memberi selamat kepada seluruh pengurus DPD API Sulbar, DPC API Kabupaten Mamuju yang baru saja dikukuhkan oleh pengurus pusat.

Habsi menyebut bahwa, dengan keberadaan Asosiasi Pendeta Indonesia ini dapat menjadi wadah bagi pendeta – pendeta yang ada di Sulbar sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam membangun sinergitas dalam ruang keummatan.

Masukan konstruktif demi menjaga keummatan yang ada di Sulbar secara spesifik di Kabupaten Mamuju tentu sangat kita butuhkan, apalagi daerah kita ini multi etnis, suku, agama dan ras,” kata Habsi.

Tak hanya itu, pihaknya berharap dengan hadirnya API Sulbar ini dapat menjadi lokomotif gerakan membangun kerukunan antar sesama pemeluk agama.

” Saya berharap API Sulbar ini dapat menjadi lokomotif penggerak membangun kerukunan antar sesama pemeluk agama,” ujarnya.

Bagi Habsi, API Sulbar ini diyakini dapat menjadi organisasi yang dapat memberi kontribusi pemikiran dalam menjaga keummatan demi kemajuan daerah terkhsusu di Kabupaten Mamuju.

Kita yakin DPD API Sulbar ini dapat memberi kontribusi pemikiran serta menjadi perekat ummat demi kemajuan daerah terkhusus di Kabupaten Mamuju,” sebut Habsi.

Lebih jauh Bupati Mamuju ini menjelaskan bahwa, kita tahu bahwa didalam kepengurusan API Sulbar ini diisi oleh pera pendeta, para pemimpin umat yang tentunya dapat melakukan harmonisasi dalam segmen kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama.

Terpisah, Ketua DPD Asosiasi Pendeta Indonesia Sulbar, Pdt. Nikolaus Zakharia Sitanda’na S.Th saat dikonfirmasi via telepon mengatakan,setelah kita dilantik semua pengurus DPD tentu akan menyusun program kerja terlebih dahulu termasuk akan melakukan rekrutmen kepada semua pendeta – pendeta untuk bisa bergabung dalam wadah API Sulbar ini, sementara untuk DPC agar kiranya segera melengkapi susunan pengurus, mereka harus membangun komunikasi dengan para pejabat terkait, tokoh masyarakat, terutama pemerintah dan mendaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

Nikolaus menjelaskan bahwa Asosiasi Pendeta Indonesia ini memang dibentuk untuk bagaimana menciptakan kerukunan secara internal sesama pendeta dan umat dalam tubuh ke kristenan itu sendiri, karena untuk umat bisa bersatu tentu itu dimulai dari pendeta sebagai leadernya lalu kemudian kita tetap menjaga kerukunan antar umat beragama.

Sebagai organisasi yang memiliki legalitas, tentu Asosiasi Pendeta Indonesia ini jika dikemudian hari ada potensi memecahkan kebersamaan dalam keberagaman kita, maka kita akan hadir untuk menyuarakan rasa aman ditengah keberagaman kita.

Pihaknya mengaku bahwa pemerintah daerah Kabupaten Mamuju memberi respon terhadap keberadaan Asosiasi Pendeta Indonesia.

” Sejauh ini kami sudah membangun audiensi kepada pemerintah Kabupaten Mamuju dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Mamuju dan mereka sangat merespon kita,” kata Nikolaus.

Dengan adanya Asosiasi Pendeta Indonesia ini Pemerintah Daerah tentu dengan sangat mudah membangun komunikasi dengan umat melalui media organisasi ini, serta dapat bersinergi dengan API Sulbar kedepan.” Kunci Nikolaus.

Penulis   : Nur Arafah.

Editor     : Yusriadi.

Komentar