Harapan To Baine FORPEMA Mamuju Atas Disahkanya RUU TPKS

Sosbud440 Pembaca

Darasaksara.com – Mamuju –
Sebagai perempuan Mamuju yang tergabung didalam Forum Pemuda Manakarra (FORPEMA), Sarina memiliki harapan agar kasus pelecehan seksual di Kabupaten Mamuju tidak terjadi lagi.

” Saya sangat berharap agar kasus pelecehan seksual di Kabupaten Mamuju tidak terjadi lagi oleh karena telah di sahkannya RUU TPKS pada tanggal 12 April 2022 kemarin yang kini statusnya telah menjadi Undang-undang,” kata Sarina.

Lebih jauh, Sarina menambahkan bahwa meski didalam perjalanan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) melewati fase rumit, melewati perjalanan yang berlika-liku dan memakan waktu yang sangat lama menuju pengesahan oleh DPR RI. Perjuangan itu dimulai sejak tahun 2016 yang hingga pada endingnya di sahkan pada bulan April 2022, tentu ini merupakan perlahan panjang dan tentu patut kita syukuri.

Merespon beberapa fenomena yang terjadi di Daerah Kabupaten Mamuju yang akhir – akhir ini marak terjadi pelecehan seksual, menurutnya bahwa, jika berbicara skop Kabupaten Mamuju, tentu ini merupakan daerah yang sangat rawan terjadi pelecehan seksual.

Dia kemudian membeberkan suatu kejadian pelecehan seksual yang baru – baru ini terjadi di Kabupaten Mamuju.

Seperti baru-baru ini diawal lembaran tahun 2022 terjadi pelecehan di salah satu pondok Pesantren yang ada di Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, yang telah melecehkan 7 orang santriwatinya, tentu ini menjadi preseden buruk bagi pondok pesantren,” jelas Sarina.

Atas kejadian tersebut, bagi Sarina tentu pikiran orang pada umumnya sudah terkonstruksi bahwa Pondok Pesantren ialah tempat membangun moral agar dapat lebih baik namun fakta yang ada di Mamuju ketua Pondok Pesantren sendiri yang melakukan tindakan asusila kepada Santriwatinya.

Sehingga, dirinya berharap kedepan tidak terjadi lagi pelecehan seksual pada anak dan perempuan dengan disahkannya RUU TPKS menjadi Undang – Undang TPKS.

“Jadi, dengan disahkannya RUU TPKS menjadi Undang – Undang tentu ini bisa menjadi payung hukum yang kuat bagi para korban pelecehan seksual sekaligus menjadi rem agar kedepan tidak lagi terjadi kejadian yang sama,” kunci Sarina Sabtu 16 April 2022.

[Riadi]

Komentar