oleh

Hipmakar Sulbar, Tolak Keras Masuknya Perusahaan Sawit Di Wilayah Bonehau Kalumpang

-Daerah-655 Pembaca

Darasaksara.comMamuju – Terkait adanya rencana masuknya perusahaan sawit di Wilayah Bonehau Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Himpunan Pelajar Mahasiswa Kalumpang Raya (HIPMAKAR) Sulbar secara tegas menolak.

Ketua HIPMAKAR Sulbar kepada Darasaksara.com Minggu (07/01/21) mengatakan, atas rencana masuknya perusahaan yang akan mengelola lahan di Bonehau Kalumpang untuk dijadikan perkebunan sawit, tentunya kami generasi Bonehau Kalumpang kembali terpanggil untuk menyikapi masalah ini dengan beberapa pertimbangan.

Menurutnya, jika kemudian perusahaan tersebut masuk dan menjadikan wilayah kami menjadi perkebunan sawit, tentu ada dampak negatif yang akan timbul seperti penggundulan hutan lindung seluas 1.700 hektar.

” Jadi, ini sangat jelas apabila dilakukan penggudulan hutan, maka dapat merusak kondisi alam yang dapat berakibat terjadinya longsor dan banjir yang bisa saja menelan korban jiwa,” kata Aco Riswan.

Dari pertimbangan tersebut, Aco Riswan mengaku telah bersepakat dengan masyarakat untuk menolak perusahaan sawit yang akan masuk ke wilayah Kalumpang.

Hal lain bagi aktivis HIPMAKAR ini, dimana pihaknya menduga perusahaan yang masuk tersebut memiliki tujuan lain yakni upaya eksploitasi dan bisnis kayu untuk kepentingan elite.

” Sebelumnya, sudah pernah ada perusahaan sawit yang masuk di Kecamatan Bonehau beberapa tahun lalu, saya ingat perusahaan tersebut Sriwijaya, yang pada akhirnya meninggalakan Bonehau dan tidak ada untung bagi masyarakat melainkan kerugian,” kata Aco Riswan.

Lebih jauh Aco menjelaskan bahwa, rencana masuknya perusahaan sawit ini hanya kepentingan para korporasi kaum kapitalis, tujuan mereka sebenarnya adalah kayu bundar dan penguasaan lahan ribuan hektar, dimana lahan yang rencana akan digundul bukanlah lahan garapan masyarakat.

Penolakan ini tentu bukan tanpa alasan dari kami, dimana jelas dalam ketentuan pada Peraturan Menteri Lingkungan
Hidup dan Kehutanan Nomor P.27/MENLHK/SETJEN/
KUM.1/7/2018 tentang Pedoman pinjam pakai kawasan, tidak ada satupun yang membenarkan tanaman sawit untuk masuk,” tegasnya.

Untuk itu, kami tegaskan jika perusahaan sawit itu tetap akan masuk di daerah kami, maka kami tidak akan segan-segan bersama mahasiswa dan masyarakat untuk berdemonstrasi dalam hal penolakan perusahaan sawit yang hanya akan merusak sumber daya alam lainnya di daerah tersebut,” kunci Aco Riswan.

Penulis : Yusriadi.

Editor : Darasaksara.com

Komentar

News Feed