HMI Polman, Beberkan Fakta Penyerangan Kegiatan Intermediate Training

Polewali Mandar1,411 Pembaca

Darasaksara.comPolewali Mandar – Terkait insiden penyerangan kegiatan Intermediate training (LK II ) beberapa waktu lalu, Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Polewali Mandar menggelar konferensi pers, sekira pukul 15 :00 Wita di Hotel Suci Wonomulyo Polman (23/02/21).

Muh Ridwan, selaku juru bicara HMI Cabang Polewali Mandar pada kesempatan tersebut mengatakan, agar semua bisa lebih jernih ,tidak ada lagi opini serta tanggapan tak mendasar, kami dari pengurus Himpunan Mahasiswa Islam dan Tim Hukum memberi tanggapan.
sebagai tindak lanjut atas Pengeroyokan dan/atau Penganiayaan yang dilakukan oleh oknum kader-kader PMII terhadap kader HMI.

Ridwan menjelaskan kronologi terjadinya insiden tersebut yang berawal dari tanggal 20 Februari 2021 lalu yang menurutnya didukung oleh data dan fakta.

Ridwan mencoba mengklarifikasi statemen dari pihak kampus yang menyebut bahwa mereka tidak mengetahui yang menyewa gedung adalah HMI.

Atas pernyataan tersebut, Ridwan menjelaskan bahwa per tanggal  15 Februari 2021, kami menyerahkan surat penyewaan gedung yang di lengkapi dengan kop surat kelembagaan yakni HMI Cabang Polman serta stempel basah panitia intermediate (LK II) kepada pihak kampus dalam hal ini atas nama Solihin.

Pada waktu itu, Solihin meneruskan surat kami kepada pimpinan kampus , akhirnya pada tanggal 16 Februari 2021, kami membayar uang muka penyewaan gedung, dilengkapi dengan kwitansi yang berstempel basah berlogo kampus Unasman yang ditanda tangani oleh atas nama Khadija, dengan beberapa catatan yakni segera melunasi kesisahan sewa gedung, tidak memasang atribut organisasi,” beber aktivis HMI Polman ini.

Setelah itu, lanjut Ridwan, kami juga meminta tidak ada bendera lain yang terpasang, dan akhirnya kami pun  bisa menempati gedung tersebut.

Namun pertanggal 18 Februari 2021, pada malam hari di depan gedung aula yang kami sewa , telah berkibar bendera PMII, sampai pada  pertanggal 19 Februari 2021 pada malam hari, bendera mereka masih terus terpasang, bahkan pada saat kami sedang mempersiapkan semua perlengkapan di lokasi, sementara dalam perjanjian tidak boleh ada bendera ekstra kampus yang berkibar,” ungkapnya.

Lebih jauh, Ridwan menjelaskan bahwa pagi hari menjelang pembukaan, kami masih terus berkoordinasi kepada pihak lembaga kampus dalam hal ini atas  nama Abid agar memberi konfirmasi kepada PMII untuk memindahkan benderanya, namun sampai kami mendapati foto Booth dan beberapa dekorasi kegiatan kami telah porak-poranda, belum ada pihak yang datang memindahkan bendera tersebut.

Beberapa jam menjelang acara kami pun memasang atribut di sekitar lokasi kegiatan, namun selang beberapa menit, puluhan oknum kader PMII secara membabi buta memasuki gedung dan memporak-porandakan kursi, merobek baliho dan merusak dekorasi yang telah kami susun secara susah payah,” terangnya.

“Kami yang pada saat itu hanya berjumlah kurang lebih 8 orang dengan beberapa Kohati, akhirnya mencoba berbicara apa yang mereka inginkan, tetapi massa yang  datang dengan brutal,  bermaksud merusak tak bisa kami redam dan akhirnya melakukan pengroyokan terhadap kader HMI,” jelasnya.

Sampai pada saat petugas keamanan datang, massa sudah tidak bisa lagi dikendalikan, kami dari HMI hanya membela diri, kami hanya bertahan sampai kegiatan kami selesai,” imbuhnya.

Ridwan mengaku pada insiden tersebut ada 3 anggota HMI terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit karena luka dibagian kepala akibat lemparan batu.

Hal lain, pihaknya juga menanggapi  terkait atribut yang terpasang dikampus unasman,

Seharusnya, kalaupun seandainya kami tidak diizinkan memakai gedung Aula Unasman, bukan kader PMII yang harusnya melarang kami, melainkan pihak Kampus dalam hal ini pihak keamanan Kampus jika memang kami melanggar kesepakatan,” pungkas Ridwan.

Di tempat yang sama, Ketua Umum HMI Cabang Polman, Heri Dahnur Syam bersama tim hukum menegaskan akan tetap menuntut  dan mendesak Polres Polewali Mandar agar dalam waktu kurang lebih 4×24 jam, segera menangkap para pelaku pengroyokan untuk di proses secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

” Kami meminta kepada Polres Polman untuk segera membentuk tim gabungan pencari fakta dalam mengungkap siapa dalang atau actor utama insident ini,” harap Heri.

Selain itu, pihaknya meminta kepada pihak kampus Unasman, untuk mengklarifklikasi atas inseiden yang terjadi, karena menurutnya, diduga adanya komunikasi bersayap yang dilakukan oleh humas unasman.

Sementara HMI juga siap bertanggung jawab dan mengganti rugi jika terbuktti adanya pengrusakan oleh kader HMI dengan catatan harus objektif,” kata Heri.

Pada kesempatan tersebut, Heri
Meminta kepada Badko Sulselbar dan Pengurus Besar ( PB) HMI untuk bersikap, serta menginstruksikan kepada seluruh pengurus HMI cabang, agar ikut menyuarakan insiden penyerangan tersebut.

Apabila permintaan dan tuntutan ini tidak diindahkan, maka akan dilakukan upaya – upaya lain yang tidak bertentangan dengan hukum,” pungkas Heri, Senin (23/02/21).

Penulis   : Yusriadi.

Editor      : Darasaksara

Komentar