IMM Mamuju Sambut Baik Pengaturan Pengeras Suara Di Masjid & Mushola

Uncategorized460 Pembaca

Darasaksara.com – Mamuju – Terkait Surat Edaran Metri Agama dengan Nomor, SE. 05 TAHUN 2022 , tentang pedoman penggunaan pengeras suara di Masjid dan Mushola yang didalamnya terdapat ketentuan yang mengatur penggunaan pengeras suara di Masjid dan Musalah, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Mamuju merespon dengan baik.

Ketua PC IMM Mamuju Periode 2021 – 2022, Irfandi kepada laman ini, Kamis 24 Februari mengatakan, IMM Mamuju sejalan dengan Muhammadiyah menyambut baik hadirnya aturan tersebut, karena pedoman ini dibuat agar pengeras suara di masjid tidak digunakan sembarang waktu.

Irfandi menjelaskan, terkait dengan penggunaan pengeras suara, secara langsung tidak ada dalil yang melarang seseorang untuk membaca al-Qur’an dengan pengeras suara (speaker). Namun di sisi lain, tentunya tidak sampai mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan orang lain dalam melaksanakan ibadah. Terlebih lagi di malam hari di saat orang lain beristirahat atau melaksanakan shalat malam (qiyamul-lail), terlebih lagi masjid yang berada di tengah masyarakat yang heterogen baik dari segi keyakinan maupun agamanya.

Menurutnya, penggunaan speaker di Masjid – Masjid dan Mushola memang sangat perlu untuk diatur volume suaranya atau dengan mempertimbangkan penggunaan speaker bawah (dalam ruang), sehingga tidak mengganggu orang yang sedang beristirahat atau beribadah di rumah.

“Atas adanya surat edaran tersebut, tentu salah satu tujuan pedoman itu diterbitkan adalah upaya untuk meningkatkan ketentraman, ketertiban dan keharmonisan antar warga masyarakat yang disampaikan oleh Menteri Agama,” kata Irfandi.

Meski demikian, Irfandi berharap aturan ini tidak boleh disamaratakan ke semua Daerah yang ada.

” Kita tentu berharap aturan ini tidak boleh di samaratakan di semua Daerah, karena ada daerah yang 100 persen atau sebagian besar penduduknya beragama Islam, itu boleh dimaklumi penggunaan pengeras suara atau speaker Masjid yang keluar, sebagai bentuk syiar islam,” kunci Irfandi.

AR/DA.

Komentar