oleh

Insiden Penyerangan LK II HMI Polman, Dua Alumni Muda HMI Desak Polres Polman Bekerja Profesional

Darasaksara.comPolman – Insiden penyerangan yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum kader PMII pada pembukaan kegiatan Intermediate Training (LK II) tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Polewali Mandar Minggu (20/02/21) lalu yang dipusatkan di Kampus Unasman, nampaknya masih terus bergulir.

Dari insiden tersebut, diketahui 3 orang kader organisasi besutan Lafran Fane ini harus dilarikan ke Rumah Sakit karena mengalami luka pada bagian kepala yang diduga karena terkena lemparan.

Peristiwa penyerangan kegiatan tingkat Nasional itu, akhirnya dilaporkan ke Kepolisian Resor (Polres) Polewali Mandar. Namun, jelang satu bulan kasus tersebut belum juga menemui titik terang.

Hal ini tentu mengundang reaksi dari sejumlah Alumni Muda HMI untuk angkat bicara sejauh mana proses hukum yang saat ini berada di meja Polres Polman.

Salah satu Alumni Muda HMI Polewali Mandar, Andi Abbas kepada laman ini mengatakan, sebagai alumni tentu kami tidak terima penyerangan tersebut, apalagi ini kegiatan tingkat Nasional.

Menurutnya, kepolisian sudah semestinya lebih progresif dalam upaya penegakan hukum atas peristiwa ini, dan para pelaku harus segera ditangkap dan diadili sesuai peraturan yang ada.

Ketua umum HMI Cabang Polewali Mandar periode 2008 – 2009 ini juga menegaskan bahwa, negara kita ini adalah negara hukum, sehingga setiap tindakan yang bertentangan dengan hukum soyogianya harus melalui proses hukum pula.

Untuk itu, kami berharap Polres Polewali Mandar agar tetap bekerja secara profesional dalam upaya menegakkan hukum, dan selaku alumni HMI, kami tidak akan pernah berhenti mengawal kasus ini sampai ada kepastian hukum,” pungkas pria berambut gondrong ini.

Terpisah, Andi Abrar Dg Materru yang juga merupakan ketua HMI Cabang Manakarra Periode 2010 – 2011 juga menyayangkan insiden tersebut.

” Kita sangat sayangkan atas adanya insiden tersebut, kegiatan Intermediate Training (LK II) ini kan merupakan agenda penguatan intelektual kader, jadi siapa pun yang melakukan penyerangan, tentu jelas tak berpihak pada nilai intelektual,” kata Abrar.

Lebih jauh, Abrar juga mendesak Kepolisian Resor (Polres) Polewali Mandar agar segera melakukan penahanan terhadap yang telah ditetapkan sebagai tersangka jika memang sudah ada.

“Jika sudah ada nama yang ditetapkan sebagai tersangka, semestinya itu sudah ditahan, jangan lagi ada upaya untuk mengulur waktu,” ujar pria yang akrab disapa Ambol ini.

Dari insiden ini, tentu saya juga ingin menyampaikan kepada seluruh kader HMI dimana pun berada bahwa, aksi – aksi penyerangan atau tindakan brutal tentu tidak bisa kita lakukan, sebab salah satu ciri dari HMI lebih kepada penguatan intelektual, membangun kesamaan persepsi dalam nuansa dialogis,” terangnya.

Bagi saya, proses hukum tentu harus tetap berjalan, dengan menegakkan asas Equality Before The Law atau kesamaan di mata hukum,” kunci Abrar Jumat (5/03/21).

Penulis : Ika Sulistiawati

Editor : Darasaksara.com

Komentar

News Feed