IP – MATA, Tegas Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Pj. Gubernur Sulbar

Berita265 Pembaca

Darasaksara.com – MAMUJU – Wacana pengusulan nama calon Penjabat Gubernur Sulawesi Barat, kini mulai dibincang.

Hal tersebut semakin dikuatkan atas adanya surat Kementrian Dalam Negeri dengan Nomor :100.2.1.3/177/SJ tentang pengusulan nama Penjabat Gubernur Sulawesi Barat ke DPRD Sulawesi Barat tertanggal 27 Maret 2023.

Sebelumnya, Ketua DPRD Sulawesi Barat Dr. Hj. Sitti Suraidah Suhardi juga membenarkan hal tersebut, dan rencananya akan dibahas pada rapat pimpinan bersama dengan sejumlah fraksi yang ada.

Menganggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Tapalang (IP – MATA) Muh. Ahyar menyampaikan bahwa Penjabat Gubernur Sulbar, Akmal Malik yang saat ini tidak layak lagi untuk diperpanjang masa jabatannya.

“Kami dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Tapalang menolak keras perpanjangan masa jabatan Akmal malik sebagai Pj. Gubernur Sulbar, sebab kami menilai dia hanya datang memperlihatkan pencitraan ke publik, bukan betul – betul ingin membangun Sulbar,” tegasnya.

Lebih jauh, aktivis Murba ini juga menyebut bahwa, sewaktu Pj Gubernur datang beberapa waktu lalu, kami sudah menyambut dengan aksi demonstrasi dengan beberapa tuntutan diantaranya menyodorkan sejumlah fakta seperti infrastruktur jalan yang tidak memadai seluruh Kabupaten di Sulbar.

Tak hanya itu kata Ahyar, penanganan bencana Pemerintah Sulbar yang dinilai buruk, tingginya angka kemiskinan, dan rendahnya pertumbuhan ekonomi serta berbagai problem di sektor kesehatan.

Selain itu, kami juga meminta mutu pendidikan ditingkatkan, pelayanan kesehatan dimaksimalkan,” imbuhnya.

Dari semua tuntutan yang pernah ia sampaikan ke Akmal Malik, Ahyar mengaku hanya mendapat janji dari Pj. Gubernur, namun sampai saat ini belum ada satupun diantara tuntutan tersebut terealisasi.

“Pada waktu itu, kami di sambut dengan hangat oleh Pj. Gubernur dan beberapa OPD, dimana hasilnya kami hanya membawa pulang janji,” ungkap Ahyar.

Lebih jauh, Ahyar mengaku dari tuntutan yang pernah dia sampaikan kepada Akmal Malik, telah diberikan waktu selama 6 bulan untuk menyelesaikan problem atau tuntutan tersebut, namun semuanya nihil.

Sehingga, bagi Ahyar Akmal Malik dinilai tidak layak lagi untuk diperpanjang masa jabatannya sebagai Pj. Gubernur Sulawesi Barat.

Mahasiswa Universitas Tomakaka Mamuju ini juga menilai, selama Akmal Malik menjabat sebagai Pj. Gubernur hanya mampu menebar teori dan janji kepada masyarakat Sulbar.

Untuk itu kata dia, kami meminta kepada Presiden dan Mendagri untuk tidak memperpanjang masa jabatan Akmal Malik sebagai Pj. Gubernur Sulbar, hal itu juga bisa dilihat dari upaya penanganan stunting di Sulbar tidak benar – benar mampu diselesaikan,” simpul Ahyar, Rabu 29 Maret 2023.

[Riadi]

Komentar