oleh

IPPMLR Nilai, PT. Mul Abai Pada Janji

-Mamuju-134 Pembaca

Darasaksara.comMamuju – Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Leling Raya (IPPMLR) bersama dengan Masyarakat Leling Raya, menggelar aksi unjuk rasa di kantor PT Mul Senin (07/06/2021) yang ada di Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Massa aksi bergerak dari Dusun Kabe, Desa Leling Barat menuju kantor PT Mul dengan membawa sejumlah tuntutan, mereka menilai pihak PT Mul telah abai janjinya untuk memajukan Desa.

Koordinator Lapangan, Iswar kepada laman ini mengatakan, sejak masuknya perusahaan PT Mul di Leling Raya, tentu dengan tujuan ingin memajukan Desa Leling dari segi  pendapatan warga  sampai dengan pemanfaatan sumber daya alam (SDA) Desa, namun, seiring berjalannya waktu, sampai saat ini sumber daya alam tersebut justru dirusak oleh pihak perusahaan.

“Perusahaan bukan justru memajukan Desa, tetapi justru merusak sumber daya alam, dimana mereka membuka lahan seluas – luasnya tetapi tidak dikelola secara baik termasuk pada pengelolaan limbah yang juga tidak dikelola dengan baik,” terang Iswar.

Tak sampai disitu, Ketua IPPMLR ini juga menilai pengelolaan dana CSR itu juga tidak transparan.

Menurutnya, dana CSR yang seharusnya digunakan untuk pendidikan warga Leling, bantuan pada aspek kesehatan sampai pemberian bantuan pada lansia sampai saat ini pengelolaannya tidak transparan.

Hal lain yang menjadi perhatian Iswar adalah pihak perusahaan tidak memberikan kejelasan data anggaran soal pengelolaan kebun sawit plasma, dimana utang masyarakat terus bertambah tetapi lahannya terus dikelola.

Lanjut Iswar, belum lagi HGU PT Mul, sampai sekarang belum ada kejelasan berapa luas lahan yang harus dikelola, serta pihak perusahaan abai pada perjanjian awal dimana masyarakat Leling Raya harus diprioritaskan untuk dipekerjakan di perusahaan tersebut, namun faktanya, justru orang pendatang yang mengisi ruang – ruang tersebut.

Pihaknya kembali menegaskan bahwa, sikap IPPMLR tentu mendesak kepada pihak perusahaan agar ada upaya transparansi data dan CSR, transparansi rincian anggaran pengelolaan lahan plasma dan meminta untuk mempekerjakan masyarakat pribumi Leling Raya di PT Mul sesuai perjanjian awal.

Selain itu kami meminta kepada PT. Mul memberikan kejelasan pemotongan TBS dari 3 % ke 9 %, PT. Mul harus memberikan regulasi luas lahan HGU, serta meminta kepada PT. Mul untuk melakukan penangan soal polusi limbah yang berdampak pada masyarakat,” simpul Iswar.

Penulis  : Zul.

Editor    : Yusriadi.

Komentar

News Feed