oleh

Jembatan Kayu Takaurangan Mamuju, Butuh Sentuhan Dari Pemerintah

-Berita, Mamuju-351 Pembaca

Darasaksara.com – Mamuju – Kurang lebih 9 Tahun, jembatan berukuran panjang 12 Meter dan Lebar 3 Meter yang menghubungkan dari Lingkungan Takaurangan Kelurahan Mamunyu ke Lingkungan Soqdoq, Kelurahan Binanga Kabupaten Mamuju ini kini lapuk dimakan usia.

Jembatan yang berlantai kayu dan beratap daun Rumbia itu adalah merupakan akses utama warga Lingkungan Takaurangan, Kelurahan Mamunyu, nampaknya sudah tidak layak untuk dilalui oleh warga sekitar. Betapa tidak, lantainya sudah mulai lapuk dan konstruksi jembatan diyakini sudah tak mampu menahan beban.

Darmin Syakur, salah satu warga Lingkungan Takaurangan kepada laman ini Selasa (27/7/21)mengatakan, kondisi jembatan tua itu butuh perhatian serius dari pemerintah. Menurutnya harus sudah menjadi prioritas karena itu adalah akses utama warga yang ada di Lingkungan tersebut.

” Kurang lebih 9 Tahun jembatan kayu itu dilalui warga Takaurangan, meski kondisinya cukup memprihatinkan, namun kami tetap melintas diatas jembatan, karena tidak ada lagi akses alternatif,” kata Mahasiswa STIT Al – Chaeriyah ini.

Darmin mengaku sekira 51 kepala keluarga yang ada di Lingkungan itu tentu akan selalu melintas diatas jembatan tua yang mulai lapuk serta konstruksinya sudah tidak layak untuk membawa hasil pertanian yang akan di jual ke kota.

Atas kondisi tersebut, ia berharap ini bisa menjadi perhatian serius dari Pemerintah agar warga sekitar juga dapat merasakan pembangunan yang merata.

Hampir setiap saat jika bertemu warga, mereka selalu menitip harapan agar jembatan itu segera di perbaiki,” kunci Darmin.

Ar/Da.

Komentar

News Feed