oleh

Kadis Perdagangan Mamuju, Sambut Baik Aliansi Pemuda Mahasiswa Mamuju Untuk Palestina

-Sosbud-19 Pembaca

Darasaksara.com – MAMUJU – Aliansi Pemuda Mahasiswa Mamuju Untuk Pelestina menggelar aksi solidaritas di depan KFC Mamuju dan Dinas

Perdagangan Kabupaten Mamuju, Selasa 14 November 2023.

Koordinator Aliansi Pemuda Mahasiswa Mamuju Untuk Pelestina, Wawan mengatakan,
Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru – baru ini telah mengeluarkan fatwa nomor 83 Tahun 2023 yang berisikan 4 poin diantaranya

1.Setiap musim wajib melakukan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

2.Dukungan tersebut bisa berupa zakat, infaq, dan sedekah untuk Palestina.

3.Dana zakat boleh didistribusikan untuk kebutuhan yang mendesak seperti di Palestina.

4.Mendukung penjajahan dan agresi Israel terhadap Palestina atau pihak yang mendukung Israel baik langsung maupun tidak langsung hukumnya haram.

Dari ke empat fatwa diatas kata Wawan,kami dari Aliansi Pemuda Mahasiswa Mamuju Untuk Pelestina kembali bergerak sebagai bentuk keprihatinan atas penjajahan yang nyata dan tidak berprikemanusiaan yang dilakukan oleh Zionis – Israel terhadap Palestina.

Menurutnya, hari ini kita bisa menyaksikan kesewenang-wenangan penjajah Zionis – Israel nampak di depan mata, hal itu disebabkan adanya dukungan dari beberapa Negara, sehingga mereka masih terus melakukan penjajahan dan kekejaman.

Lebih jauh dia menyampaikan bahwa, yang membuat Israel percaya diri untuk tetap melakukan agresi militer ke Palestina, itu karena mereka masih merasa kuat secara militer maupun secara ekonomi, sehingga melihat hal tersebut, Indonesia sebagai Negara yang menentang penjajahan tentu harus berani mengambil tindakan.

“Kami menilai langkah MUI untuk memboikot semua produk yang punya berafiliasi untuk penguatan ekonomi Israel adalah langkah yang sangat tepat,” kata Wawan.

Dia menambahkan, kita harus ikut melakukan perang dengan cara memerangi kekuatan ekonomi mereka, agar mereka berhenti melakukan penjajahan dan kejahatan yang tidak berpri kemanusiaan.

Wawan mengaku bahwa melalui aksi menyuarakan pemboikotan tentu bagian dari upaya untuk memperlihatkan keberpihakan kita pada Palestina dan Pemerintah harus berani mengambil langkah tegas atas fatwa MUI yang saat ini membutuhkan penguatan.

“Memang tidak mudah merubah konsumsi keseharian kita, namun cara yang tepat bagi kami adalah melarang pasar modern untuk memperjual belikan barang yang jelas berafiliasi terhadap Israel,” tegas Wawan.

Kami juga meminta Pemerintah Kabupaten Mamuju agar bisa mengeluarkan maklumat pelarangan sementara prodak yang berafiliasi terhadap Israel
dengan ketentuan pasar – pasar modern bisa menyimpan sampai waktu pelarangan di cabut, namun jika kedapatan melakukan penjualan maka Pemerintah Daerah bisa melakukan penertiban,” pungkas Wawan.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju ABD. Syahid Pattoeng, S. Pd mengaku menyambut baik atas apa yang menjadi harapan Mahasiswa.

“Hari ini apa yang kita lakukan tentu bukan atas dasar agama, tapi ini karena faktor kemanusiaan dan kami menyambut baik apa yang menjadi aspirasi mahasiswa dan pemuda,” jelas Syahid.

Sementara, terkait apa yang menjadi dorongan Aliansi Pemuda Mahasiswa Mamuju Untuk Pelestina, Syahid mengaku akan menyampaikan ke pimpinannya.

“Beri kami waktu untuk membicarakan hal ini ke pimpinan, dan jika nanti ada Peraturan Menteri Perdagangan atau maklumat Dinas Perdagangan Provinsi, maka kami akan tindak lanjuti,” pungkas Syahid.

[Faidah]

Komentar