Ketua Kohati Manakarra Minta Kapolri Evaluasi Jajaran Polda NTB

Berita, Nasional421 Pembaca

Darasaksara.com – Mamuju – Dugaan tindakan refresif yang dilakukan oleh salah seorang oknum anggota polisi terhadap kader Korps HMI Wati (Kohati) Cabang Dompu, Nusa Tenggara Barat, turut mendapat kecaman dari ketua Korps HMI Wati (Kohati) Cabang Manakarra, St. Ramlah Syahrir.

Lebih jauh, Ramlah menjelaskan kronologi awal mula insiden tersebut terjadi, dimana saat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di gedung DPRD Dompu, Kamis 1 September 2022 dan berujung bentrok.

Bentrokan terjadi tentu bukan tanpa sebab, dimana hal itu dipicu karena para pengunjuk rasa tak ditemui oleh anggota DPRD Dompu, sehingga terjadilah adu jotos antara mahasiswa dan polisi hingga saling kejar – kejaran yang mengakibatkan salah satu kader Korps HMI Wati (Kohati) Cabang Dompu harus mengalami luka pada bagian kepala,” terang Ramlah.

Atas kejadian tersebut, Ramlah mengaku turut prihatin sekaligus menyayangkan adanya tindakan refresif yang dilakukan oleh oknum polisi yang semestinya mengayomi.

Lebih jauh, Ramlah menegaskan bahwa, ditengah upaya kita menyuarakan stop diskriminasi dan kekerasan pada perempuan, disaat yang sama ada fakta yang menyayat hati kembali terjadi dan diduga dilakukan oleh oknum polisi yaitu kekerasan pada kader Korps HMI Wati.

Menurutnya, dalam menerima unjuk rasa, kepolisian semestinya berupaya membangun kumunikasi secara humanis, bukan justru sebaliknya yaitu tindakan refresif apalagi pada perempuan.

Atas adanya kejadian tersebut, kami dari Korps HMI – Wati Cabang Manakarra mengutuk sekaligus meminta kepada Kapolri untuk segera mengevaluasi institusi Polda Nusa Tenggara Barat,” tegas Ramlah.

Kami tentu tidak menerima ada kader Korps HMI Wati yang diperlakukan dengan cara – cara refresif, seolah tidak ada upaya komunikasi yang baik,” kunci Ramlah Kamis 1 September 2022.

[Riadi]

Komentar