oleh

Mantan Ketua MPA Cakrawala Manakarra, Soroti Kinerja Pemprov Sulbar Tangani Pengelolaan Bencana

-Mamuju-494 Pembaca

Darasaksara.com – Sulbar – Dua Minggu pasca gempa yang berkekuatan 6,2 SR yang mengguncang Sulbar, mantan ketua MPA Cakrawala Manakarra, Andi Putra Manakarra menyoroti kinerja Pemprov Sulbar dalam hal ini Dinas Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sulbar dalam pengelolaan penanggulangan bencana.

Putra mempertanyakan progres yang telah dilakukan oleh Dinas Sosial dan BNPB Sulbar serta antisipasi apa yang telah dipersiapkan jika ada bencana selanjutnya.

” Progres apa yang sudah dilakukan oleh Dinas Sosial dan BNPB Sulbar dan antisipasi apa yang telah dipersiapkan dalam menangani bencana,” kata Putra.

Kita ketahui bersama bahwa siaga bencana ini kembali diperpanjang, tentu ini perlu diperjelas alasannya, karena ini bisa saja menimbulkan kepanikan pada masyarakat,” imbuhnya.

Hal lain yang menjadi sorotan pentolan MPA Cakrawala Manakarra ini adalah, mekanisme penyaluran logistik pada pengungsi dan manajemen pengelolaan bencananya baik pasca bencana maupun pada saat bencana.

” Dari pantauan kami dilapangan, realistis saja kita melihat, terkhusus BNPB Sulbar, secara progres yang kelihatan itu hanya simbol – simbolnya saja seperti tenda – tenda pengungsian dan lainnya. Tapi produktifitas kerjanya itu tidak ada,” sebut Putra.

Sejauh ini kita belum melihat progres kerja mereka, dimulai dari titik pengungsian, penyaluran logistik disalurkan kemana saja, itu tidak nampak, artinya ini tidak ada manajemen terbuka dari BNPB.

Lebih jauh, Putra menambahkan, seperti halnya Dinas Sosial, dimana yang kami pahami bahwa mereka seyogianya membuka dapur umum atau fasilitas umum untuk penanganan korban bencana, meski ada berupa bangunan tenda yang terlihat, namun manajemennya kurang baik dan kurang maksimal.

Menurutnya, jika memang penanganannya berjalan dengan baik, tidak mungkin ada keluhan dari masyarakat kepada relawan, seperti kekurangan tenda, keperluan bayi dan ibu hamil termasuk keperluan umum lainnya.

Atas kondisi ini, kami meminta untuk diadakan pertemuan secara terbuka antara pemerintah, TNI – Polri dan relawan untuk mencari langkah apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi tanggap darurat selanjutnya,”kunci Putra Sabtu (30/01/21).

Penulis   : Yusriadi

Editor     : Darasaksara.com

Komentar

News Feed