oleh

Mengenang Nasehat Guru Romo Mudji Sutrisno

-Opini-212 Pembaca

Darasaksara.comOpini РAbd. Muis Amiruddin
(Pembina Turun Tangan Mamuju)
Romo Mudji Sutrisno (Budayawan) mengungkapkan bahwa agama mestinya menjadi payung untuk memayungi perbedaan-perbedaan dalam berbangsa. Agama jika dilihat sebagai organisasi tentu mungkin saja salah, tapi religion dalam pengertian keimanan memungkinkan kita untuk hidup Harmonis, damai dan tentram.

Ada tawaran kebudayaan yang menurut Romo Mudji yang Penting agar agama tidak hanya sekedar menjadi simbol, lebih dari itu, ia harus hidup menjadi tali temali yang mempersatukan.
Yang pertama adalah budaya siang, pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal materi untuk pemenuhan kebutuhan hidup dengan cara-cara yang baik dan benar sementara budaya malam yang berhubungan dengan hal-hal spiritual, hal-hal yang menyangkut dengan hubungan Kemanusiaan dan Ketuhanan, kita berkhidmat dan menyelam kedalam air kasih sayang sang Ilahi. yang pertama jika kita mencari rezeki yang baik dan benar, kita telah menjalankan prinsip-prinsip agama yang humanis secara sosiologis. Selanjutnya hubungan antar manusia dengan Tuhan yang terjiwai adalah suatu peristiwa penyerahan diri yang bermaksud agar kita dapat menyatu dengan pencipta. Cak Nur menyebut bahwa tujuan manusia adalah bertemu dengan pencipta, adapun dalam prosesnya kita sebenarnya sedang mencari makna hidup. dan salah satu prosesnya adalah berkhidmat kepada sesama dan berkhidmat kepada-nya. Lalu kenapa kita masih meributkan hal-hal yang mungkin saja hanya akan menumbuhkan kebencian dalam hati kita ?, saya curiga, ada preman sosial dibalik ini.

Agama tidak hanya sekedar hadir dalam ruang-ruang privat, tapi iya juga hadir diruang sosial. Agama juga harus selalu hadir diantara kekacauan-kekacauan yang terjadi dan menjadi solusi. Tidak dijadikan sebagai pemecah, tetapi sebaliknya, ia harus menjadi pemersatu. Agama pada hakikatnya adalah Wahyu Tuhan yang diwahyukan lewat Nabi dan Rasul yang mustahil salah karena bersumber dari sesuatu yang sempurna. Maka menjiwai dua kebudayaan Romo bagi saya menjadi sesuatu yang penting, manusia adalah mahluk sosial religius.

Catatan ini tentu lebih kepada melihat Agama sebagai Rahmat untuk seluruh Alam.

Komentar

News Feed