NasDem Sulbar Tolak Wacana Penundaan Pemilu 2024

Darasaksara.com – Sulbar – Wacana penundaan pemilu 2024 kini mendapat respon dari sejumlah partai politik. Tak terkecuali di tingkat lokal, sepertinya issu ini turut menjadi perhatian sejumlah elit partai politik.

Seperti halnya, DPW NasDem Sulbar juga ikut menolak atas lahirnya wacana tersebut.

Sekertaris DPW Partai NasDem Sulbar, Abd Rahim menegaskan bahwa, ketua umum Partai NasDem bapak H. Surya Paloh tegas menyatakan Pemilu harus dilanjutkan sesuai dengan amanah Konstitusi. Undang-Undang Pemilu sudah ditetapkan dengan seluruh tahapannya. Jadi tidak ada argumentasi objektif berlandaskan hukum yang bisa menunda Pemilu.

Menurut Politisi NasDem Sulbar ini bahwa seluruh ide yang menjadi basis munculnya penundaan Pemilu 2024 sangat lemah.

“Jadi, seluruh ide yang menjadi basis munculnya penundaan pemilu 2024 sangat lemah secara akademik apalagi konstitusional. Dan secara sosiologis dan empiris, argumentasi sejumlah elit atau pimpinan Partai Politik yang menghendaki penundaan, bisa menjadi trigger (pemicu) muncul letupan dan amarah publik atas sunstinabilitas masa depan demokrasi,” jelas Abd Rahim.

Lebih jauh dirinya menyarankan bahwa sebaiknya para elit politik tidak mudah menebar antagonisme politik di tengah rakyat. justru seharusnya, kita ikut memperkuat optimisme Bangsa dalam melangkah dan menapaki fase demokrasi yang semakin matang.

Atas sikap pimpinan partainya di tingkat Nasional, ia mengaku bahwa seluruh kader Nasdem memberi apresiasi dan rasa bangga yang sangat tinggi.

“Seluruh kader NasDem di seluruh Indonesia, menyatakan rasa bangga dan hormat kepada sosok Ketua Umum kami yang selalu berfikir dan bertindak atas nama kepentingan masa depan Bangsa di atas kepentingan Politik apalagi kekuasaan an sich,” kata Abd Rahim.

Terpisah, Ketua DPW NasDem Sulbar H. Anwar Adnan Saleh saat dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan, sejak awal memimpin Partai ini di Sulbar pada bulan Oktober 2021 pasca pelantikan oleh DPP di Hotel Claro Makassar sudah menyatakan sikap bahwa terkait waktu pelaksanaan Pemilu DPR RI, DPD, Presiden dan Wakil Presiden, serta DPRD maupun Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wali Kota telah disepakati antara Pemerintah , Penylenggara dan DPR RI yaitu 14 Februari 2024 dan Pilkada November 2024 melalui UU Pemilu.

“Artinya, waktu penyelenggaraan Pemilu itu sudah final,” imbuhnya.

Sehingga, bagi Anwar Adnan Saleh bahwa yang harus dilakukan sekarang adalah persiapan dan kesiapan dalam mengikuti Pemilu dan Pilkada.

“Jadi bagi Partai Nasdem, sekarang yang dilakukan adalah persiapan dan kesiapan mengukuti Pemilu dan Pilkada , bukan lagi berbicara bagaimana merubah atau menunda pelasanaan Pemilu maupun Pilkada .

Diatas segalanya Partai Nasional Demokrat (NasDem),lebih mengutamakan kepentingan Persatuan dan Kesatuan Bangsa ketimbang membuang energi membahas yang nyata – nyata bertentanga dengan Undang – Undang,” kata Anwar.

Pernyataan Ketua Umum sekaligus Pendiri Partai Nasdem Surya Paloh beberapa hari lalu di Jawa Timur, telah dan makin mempertegas sikap Nasdem bahwa tidak ada Penundaan Pemilu dan tidak ada Perpanjangan masa Jabatan Presiden sampai 3 Periode , karena jelas bertentangan dengan UUD 1945 dan UU Pemilu,” kunci Anwar.

[AR]

Komentar