Nasib Nakes Non ASN Tak Jelas, PPNI Sulbar Minta Pemerintah Hadir Beri Solusi

Kesehatan838 Pembaca

Darasaksara.com – Mamuju – Sebagai respon atas adanya keresahan nasib tenaga kesehatan khususnya non ASN, Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Se- Sulawesi Barat menggelar rapat koordinasi, Kamis 15 September 2022.

Rapat yang dipusatkan di kantor PPNI Sulawesi Barat, Jalan Martadina Mamuju merupakan langkah yang dinilai tepat untuk membicarakan nasib para tenaga kesehatan.

Arman, S.Kep, ketua DPW PPNI Sulbar mengatakan, kami melakukan rapat dalam hal membicarakan atas respon kami secara kelembagaan pada keresahan tenaga kesehatan, khususnya perawat non ASN akan kepastian nasib mereka.

Ada hal yang menjadi perhatian serius PPNI Sulbar menurut Arman, dimana kami melihat bahwa syarat dalam rekrutmen PPPK tahun ini, dimana kuota yang disiapkan tidak berbanding lurus  dengan tenaga yang ada.

Belum lagi kata dia, setelah rekrutmen sesuai dengan pemberlakuan peraturan Pemerintah nomor 49 tahun 2018, mengenai manajemen PPPK yang mewajibkan status kepegawaian di lingkungan instansi pemerintah hanya ada dua jenis PNS dan PPPK sampai November 2023.

Dari problem yang dialami oleh para tenaga kesehatan khususnya non ASN, Arman menegaskan bahwa dibutuhkan kehadiran pemerintah dalam memberikan solusi.

“Hasil dari pertemuan ini kembali menegaskan kepada pemerintah,baik Bupati, Gubernur dan semua stakeholder terkait, harus ada solusi pada persoalan diatas,” tegas Arman.

Perlu dipahami bahwa perawat adalah solusi terhadap persoalan kesehatan, mereka ada dihampir semua ruang pelayanan, ini yang mengharuskan para pengambil kebijakan tidak boleh menutup mata, dimana bisa dibayangkan bagaimana kacaunya bila ribuan perawat non ASN dirumahkan angka pengangguran akan tinggi yang berujung pada angka kemiskinan semakin banyak,” ungkap Arman.

Sehingga, sekali lagi kami berharap kepada pemerintah khusunya pemerintah Sulawesi Barat,  Gubernur dan Bupati  agar mencari dan memberi  solusi terbaik terhadap tenaga kesehatan khusnya tenaga perawat, tidak seperti sekarang yang kebanyakan hanya bersemangat memakai tenaga kami, tapi lupa memberika hak – hak yang harusnya didapat, status kerja yang jelas dan upah yang layak adalah solusi,” simpul Arman.

[Riadi]

Komentar