oleh

Nasib Petani Memprihatinkan, Akriadi Nilai Pemkab Mamuju Terkesan Tutup Mata

-Mamuju-75 Pembaca

Darasaksara.com – MAMUJU – Pasca banjir bandang pada Oktober 2022 lalu yang mengakibatkan saluran irigasi sawah rusak, mengharuskan petani yang ada di Lingkungan Sampoang, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat harus memikirkan nasib mereka untuk mengupayakan alat berat untuk menormalisasi saluran irigasi persawahan milik mereka.

Sayangnya, hal itu dilakukan dengan cara patungan, sebab sejauh ini belum ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mamuju untuk memecahkan apa yang menjadi kebuntuan para petani tersebut.

Merespon hal ini, salah seorang tokoh muda yang juga kini berprofesi selaku advokat, Akriadi Jihad Pue Dollah, S.H,.mengaku prihatin atas apa yang dialami oleh masyarakat Mamuju yang berprofesi sebagai petani.

Menurut advokat muda ini bahwa, kita prihatin melihat masyarakat Mamuju yang terkesan diabaikan Pemerintah Daerah.

Akriadi menyebut bahwa atas apa yang menjadi kebutuhan para petani, Pemerintah Daerah seolah menutup mata.

”Untuk urusan irigasi pun harus meminta bantuan dari Bupati dari Daerah lain, seharusnya Pemerintah Daerah bisa memaksimalkan bantuan. Namun, melihat kondisi seperti ini seakan Pemerintah Daerah menutup Mata,”ungkapnya.

Tak hanya itu yang menjadi perhatian dari Akriadi, dimana ia memyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat telah melakukan upaya untuk mencarikan solusi atas apa yang dialami oleh para petani pasca banjir banjir bandang lalu. Namun, sejauh ini belum ada tindak lanjut dari langkah tersebut.

”Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat juga telah mengirimkan surat permohonan bantuan kepada sejumlah kementerian di Jakarta pasca banjir di Kalukku, namun sampai hari ini kita juga tidak tahu apa hasil dari tindak lanjut surat tersebut,”kata Akriadi.

Dia berharap bahwa apa yang saat ini dirasakan oleh Petani dibutuhkan kehadiran Pemerintah baik di tingkat Kabupaten maupun Provinsi agar mereka bisa mencari solusi, bukan mala terkesan menutup mata.

”Kita berharap Pemerintah Kabupaten Mamuju dan Provisi Sulawesi Barat dapat hadir di tengah – tengah mereka dan mampu mencari solusi, bukan terkesan tutup mata,” simpul Akriadi Senin 23 Januari 2023.

[Riadi]

Komentar

News Feed