oleh

Panasi Mesin Politik, PKN Sulbar Gelar Pertemuan Dengan Kader Dan Bacaleg

-Politik-316 Pembaca

Darasaksara.com – MAMUJU – Jelang perhelatan politik Tahun 2024 mendatang, 18 partai politik peserta pemilu, sepertinya telah memanaskan mesin pertai.

Tak terkecuali Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). Hal itu dapat dilihat saat jajaran pengurus PKN Pimpinan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, pada Rabu 18 Januari 2023 dengan berkolaborasi  bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Kabupaten Mamuju mengadakan kegiatan silaturahmi dengan semua kader dan simpatisan Partai Kebangkitan Nusantara yang dipusatkan di Jalan Jendral Sudirman Mamuju, Sulawesi Barat.

Dalam sambutannya Ketua Pimpinan Daerah PKN Sulawesi Barat Abdurrahman Rustam Hakim menyampaikan bahwa, Partai Kebangkitan Nusantara besutan Mas Anas Urbaningrum dan Ketua Umum Gede Pasek Suardika adalah salah satu partai yang akan bertanding dalam pemilu 2024 dengan Nomor Urut Partai 9.

Dia juga juga mengajak kepada semua elemen masyarakat tanpa terkecuali untuk bergabung dan menjadi bagian dari keluarga besar PKN.

Abdul Rahman Rustam Hakim berharap bahwa, ini adalah moment yang tepat sebagaimana bahasa yang dikutip dari Anas Urbaningrum bahwa “Politik Adalah Pintu Terbaik Untuk Ikut Terlibat dalam Urusan Kepentingan Publik”.

Pada rapat tersebut, juga terlihat hadir salah seorang tokoh yakniDrs. H. Ahmad Taufan.

Pada kesempatan tersebut, Ahmad Taufan memberikan arahan bahwa Pemilu 2024 terkhusus Kabupaten Mamuju harus mempunyai target, karena dalam hidup ini jika tidak ada target maka tidak akan mendapatkan hasil.

Menurut Ahmad Taufan bahwa Kabupaten Mamuju sendiri mempunyai 4 Dapil ,maka baginya partai PKN harus punya sikap optimisme harus mampu mencapai 1 Kursi 1 dapil, namun dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas untuk mencapai itu semua.

Tak hanya target yang disampaikan oleh Ahmad Taufan pada kesempatan tersebut, dimana ia melecut kader PKN Pimda Sulawesi Barat bahwa pendidikan politik semestinya telah mampu membuka paradigma kepada masyarakat bahwa, orang tua petani menyekolahkan anaknya agar bisa mengisi Kursi DPRD, bukan lagi harus anak pejabat karena kita semua pada dasarnya sama,”pungkas Ahmad Taufan.

[May]

 

Komentar

News Feed