Pelabuhan Belang – Belang Mamuju Siap Jadi Pintu Laut Sulbar

Berita, Ekobis609 Pembaca

Darasaksara.com – Mamuju – Pasca disahkannya Kalimantan sebagai Ibu Kota Negara, tentu hal ini menjadi angin segar bagi Mamuju, Sulawesi Barat yang diyakini akan menjadi penyangga ibu kota kedepan.

Mobilisasi komoditi barang dan pergerakan orang melalui jalur laut tentu sangat urgen untuk diperhatikan.

Di Kabupaten Mamuju, salah satu pelabuhan yang diyakini menjadi sentra utama jalur laut adalah Pelabuhan Belang – Belang yang berada di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Sehingga tentu kedepan dibutuhkan akselerasi dalam menata pelabuhan tersebut.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Belang – Belang, Capt. Kristina Anthon, S.SiT.,MH sangat yakin bahwa pelabuhan – Belang – Belang kedepan dapat menjadi pintu laut untuk Sulawesi Barat.

“Jadi, pelabuhan Belang – Belang kami berharap dan yakin bisa menjadi pintu laut untuk Sulbar,” kata Kristina, Jumat 28 Januari 2022.

Kristina optimis bahwa pelabuhan Belang – Belang dari aspek infrastruktur, dari pelayanan dan pergerakan kapal siap untuk mendukung mobilisasi transfortasi laut, mobilisasi barang untuk keluar masuk Sulbar bahkan mobilisasi pergerakan orang untuk mendukung Ibu Kota Negara yang sudah ditetapkan di Pulau Kalimantan.

Menurut Kristina, kesiapan pelabuhan Belang – Belang sampai saat ini jangankan untuk skala lokal, kami sudah beberapa kali melayani ekspor komoditi sawit ke beberapa Negara seperti ke Jepan dan Thailand. Pihaknya bahkan mengklaim bahwa pada awal Februari kedepan akan memuat 10.000 ton komoditi cangkang sawit tujuan ke Jepan.

Dalam waktu dekat ini, kami akan memuat 10.000 ton komoditi cangkang sawit tujuan Jepan yang akan dilepas secara bersama – sama oleh Pemerintah Daerah, sehingga pelabuhan Belang – Belang diluar sana dapat diyakini oleh para pelaku usaha bahwa disini sudah sangat layak menjadi pintu laut mobilisasi barang ,” terang Kristina.

Menanggapi spekulasi di publik terkait keberadaan sebuah pulau persis di depan pelabuhan dan issu kedalaman yang dinilai belum maksimal, Kristina mengaku bahwa justru keberadaan pulau tersebut adalah asset untuk pelabuhan dan keamanan pelayaran.

” Jadi, keberadaan pulau di depan dermaga itu justru menjadi asset untuk pelabuhan dan keamanan pelayaran, karena itu menjadi breakwater (Pemecah ombak
alam) yang sangat mendukung keselamatan dan keamanan kapal – kapal yang bersandar,” ungkap Kristina.

Sementara soal kedalaman, pelabuhan kita itu berada pada 9 Meter Low Water Spring (LWS), surut terendah pun kedalaman 9 Meter dan jika pasang itu bisa mencapai 11 Meter, sehingga sangat safety untuk kapal,” imbuhnya.

Soal Fasilitas, kami ada lapangan penumpukan, ada gudang, forlip sampai 28 ton mengangkat kontainer, termasuk tronton, sehingga pelabuhan Belang – Belang sangat layak dan siap untuk pintu laut Sulbar,” pungkas Kristina.

Ditempat yang sama, Anggota DPRD Sulbar, Muhammad Hatta Kainang, SH yang juga hadir bersama dengan Wakil Bupati Mamuju dalam rangka kunjungan ke pelabuhan Belang – Belang mengajak untuk tetap memberi support dan mengkampanyekan pelabuhan Belang – Belang.

Yang jelasnya kita harus tetap mengkampanyekan terkait pelabuhan Belang – Belang seperti yang disampaikan oleh Ibu Kristina tadi,” ujar Hatta.

Menurut Hatta bahwa tentu kita ingin menggunakan pelabuhan ini untuk mengangkut barang, dan tentunya harus memaksimalkan bagaimana pengelolaan komoditas secara massif untuk dikirim ke luar Sulbar.

Hatta berharap, dalam rancangan RPD 2023 ke 2025 pengganti RPJMD 5 Tahunan, ada poin soal percepatan menggunakan pelabuhan Belang – Belang sebagai saluran akses komiditas barang untuk keluar Sulbar, sekaligus akan menjadi rujukan arah pembangunan di 3 Tahun kedepan sebelum Pilkada.

Selain itu kita berharap pelabuhan Belang – Belang ini bisa benar – benar digunakan untuk publik,” simpul Hatta Kainang.

Ar/Da.

Komentar