oleh

Pemberangkatan Paskibraka Dinilai Diskriminatif, Ipmapus Sulbar Akan Kawal Lewat Jalur Hukum

-Olahraga-808 Pembaca

Darasaksara.com – Sulbar – Terkait batalnya dua anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Mamasa dan Mejene yakni Kristina dan Arya Maulana Mulia diberangkatkan ke Jakarta, nampaknya menuai sorotan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (IPMAPUS) Sulbar, Ahmad Zulkifli menilai bahwa proses pemberangkatan anggota Paskibraka asal Sulbar ada indikasi kecurangan. Menurutnya,  Sebelumnya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulbar Muhammad Hamzih menjelaskan ke publik bahwa Kristina asal Kabupaten Mamasa dan Arya Maulana Mulia asal Majene yang terpilih mewakili Sulbar, sehari sebelum berangkat keduanya dinyatakan positif covid – 19 (Corona).

Namun, Kata Ahmad bahwa setelah kami konfirmasi kepada keluarga Kristina yang sebelumnya dinyatakan terpapar covid – 19 bahwa, dua hari setelah Kristina dinyatakan positif covid, pihak keluarga kembali melakukan test Swab di Kabupaten Mamasa dan hasilnya di kirim ke Makassar dan hasilnya negatif.

Lebih jauh Ahmad menjelaskan, indikasi kecurangan lain adalah terkait pengganti Kristina, ia menilai ada kecurangan didalamnya, dimana semestinya yang masuk adalah Nuraliyah asal Pasangkayu yang berada pada posisi kedua cadangan.

Dari pengakuan Kadispora Sulbar, dimana ia menyebut bahwa pihaknya telah berupaya mengonfirmasi cadangan Paskibraka putri yang berasal dari Kabupaten Pasangkayu. Namun yang bersangkutan tak punya waktu lagi melengkapi berkas administrasi, hal ini dibantah oleh Ahmad setelah mengkonfirmasi ayah kandung dari cadangan asal Pasangkayu yakni Nuraliayah.

” Kami sudah konfirmasi via telepon pada Rabu 29 Juli 2021kepada ayah kandung cadangan asal Pasangkayu dalam hal ini Nuraliyah, mereka secara tegas membantah pernyataan Kadispora Sulbar,” kata Ahmad.

Bahkan keluarga cadangan asal Pasangkayu yang semestinya diberangkatkan menyebut bahwa Kadispora Sulbar telah melakukan pembohongan publik, karena pihaknya tidak pernah dikonfirmasi,”ungkap Ahmad.

Atas adanya hal ini, kami menilai adanya pembunuhan karakter dan diskriminasi pada generasi kita, betapa tidak, Nuraliyah yang punya harapan untuk menjadi pengibar bendera di momentum 17 Agustus mendatang yang semestinya menjadi pengganti harus pupus di tengah jalan,”tegasnya.

Ahmad berjanji akan mengawal hal ini sampai ke Ombudsman Sulbar dan akan melaporkan ke Polda Sulbar atas adanya sejumlah indikasi, sehingga rekrutmen Paskibraka kedepan bisa lebih baik dan kredibel.

Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga Kristina dan Nuraliayah untuk melaporkan hal ini ke Ombudsman Sulbar dan Polda Sulbar,” kunci Ahmad, Rabu 28 Juli 2021.

Ar/Da.

Komentar

News Feed