oleh

Pemimpin Dalam Persfektif Irwan Pababari

Darasaksara.comMamuju – Jelang perhelatan politik pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang di Kabupaten Mamuju, pasangan bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Habsi – Irwan menggelar deklarasi di Balroom D’ Maleo Hotel, Minggu (30/08).

Pada acara deklarasi “Koalisi Kerakyatan” yang dihadiri oleh ribuan simpatisan dan pendukung pasangan Incumbent ini, nampak sejumlah tokoh berpengaruh di Sulbar ini seperti mantan Gubernur Sulawesi Barat, H. Anwar Adnan Saleh bersama istrinya, H. Aras Tammauni, H. Taslim Tammauni, Almalik Pababari, Ismail Zainuddin,
Arsyad Hafid dan beberapa tokoh ternama lainnya.

Irwan SP Pababari pada kesempatan tersebut, mencoba melucut semangat para simpatisan yang telah hadir di dalam ruangan Ballrom D’ Maleo Hotel dengan orasi politiknya.

Hari ini kita mendeklarasikan sebuah semangat, dan hari inipun kita akan menjadi saksi bahwa pergerakan kita untuk Mamuju lebih baik startingnya pada malam hari ini,” begitu putra Almalik ini membuka orasinya.

Bagi Irwan, setiap Kontestasi Politik,Setiap pemilihan kepala Daerah sejatinya adalah kita memilih pemimpin, dimana  pemimpin adalah orang yang mampu memahami daerahnya,orang yang mengetahui derahnya,orang yang mengetahui Masyarakat dan memahami apa yang mereka lakukan dalam rangka untuk mensejahtrakan rakyatnya, serta untuk memajukan daerahnya.

Irwan tak lupa menyampaikan pujiannya kepada Habsi di panggung deklarasi itu, dimana ia menyebut bahwa pemimpin dengan sekian banyak atribut yang harus melekat pada dirinya adalah, memiliki pengalaman,memiliki modal intelektual,memiliki kematangan dari sekian banyak apa yang harus melekat pada dirinya, hingga saya harus mengatakan bahwa saya belum bisa untuk menjadi Bupati tapi Paling layak mendapingi Habsi Wahid Menjadi Bupati.

Bagi Irwan, kontestasi politik dalam pilkada bukanlah sebuah desain sang sutradara dalam sebuah film sinetron yang harus berjilid – jilid,

Dirinya pun menampik bahwa dalam pertarungan politik merupakan sebuah hal yang sama sepanjang histori perjalanan.

” Beberapa pekan yang lalu, ada bahasa bahwa pertarungan politik hari ini adalah pertarungan politik sekian tahun lalu, saya tidak sepakat,” tegasnya.

Politik itu rasional, politik itu bukan sinetron, dimana ketika politik dirasionalisasikan, maka kita tidak pernah memandang bahwa seseorang itu dari anak siapa dan dari keturunan apa, tapi dia harus mampu memantaskan dirinya tampil di panggung politik sebagai seorang pemimpin yang mampu membawa daerahnya, mampu membawa rakyatnya, mampu mendesain bagaimana kedepan masyarakat bisa sejahtera,dan daerahnya bisa maju,”lucut Irwan dihadapan ribuan massa dan simpatisan.

Menutup orasi politiknya, Irwan menegaskan bahwa pemimpin itu didorong oleh rakyat,bukan didorong oleh orang tuanya dan alhamdulillah Habsi-Irwan Maju berkat Dorongan dari Rakyat yang ada di Kota Mamuju ini.

Penulis   : Yusriadi.

Editor     : Riadi.

Komentar

News Feed