oleh

Penunjukan Plt Rektor UNIMAJU Menuai Polemik

Darasaksara.com – Mamuju – Pasca perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Mamuju (STIE – MM ) menjadi Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU) berdasarkan SK Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor : 201/E/O/2021, nampaknya tak berjalan mulus.

Dinamika yang turut mewarnai proses perubahan kampus tersebut, mulai dari kejelasan pedoman kemahasiswaan, lembaga internal kampus hingga penunjukan Plt. Rektor, memantik sejumlah Mahasiswa UNIMAJU menggelar aksi unjuk rasa di Kampus II yang terletak Jl. Usman Djafar Mamuju, Jumat (09/7/2021).

Koordinator lapangan, As’ad mengatakan, melihat kondisi saat ini, kami sangat merasakan efek atas perubahan bentuk kampus yang didalamnya terjadi dinamika. Ia menilai di internal kampus, ada indikasi terjadinya perebutan kekuasaan.

Selain itu kata As’ad, Plt Rektor itu belum jelas, sehingga mengakibatkan terjadinya kemandekan pada civitas akademik, seperti yang dialami oleh teman – teman mahasiswa angkatan 2018, dimana pada bulan Agustus mendatang akan berangkat KKN, justru mengalami kemandekan pemberangkatan.

Ditanya soal penunjukan Plt Rektor, Mahasiswa semester 6 UNIMAJU ini mengaku bahwa, atas adanya penunjukam Plt. Rektor tersebut, itu yang menjadi tanda tanya di Mahasiswa, semestinya pihak perserikatan harus memberikan kejelasan dan salah satu tuntutan kami itu adalah memberikan kejelasan Plt. Rektor dari Pengurus Wilayah Muhammadiyah sampai pada pengurus pusat.

Sementara ditempat yang sama, salah satu pengelola kampus UNIMAJU, Hj. Yati Heryati mengaku bahwa situasi kampus saat ini tengah mengalami masa transisi.

” Ibu juga sadari bahwa situasi kampus kita ini masih dalam masa transisi,” kata Haryati.

Meski demikian, menurutnya, kita juga harus tetap bersyukur atas perubahan bentuk kampus menjadi Universitas yang telah dicita – citakan sejak lama, dan ini tentu menjadi harapan bagi seluruh Mahasiswa. Namun ada yang harus dirubah mulai dari pengelolaan tata cara dan sebagainya.

Terkait apa yang menjadi tuntutan Mahasiswa, pihaknya mengaku tak punya kapasitas untuk menjawab.

” Kalau mau mendengarkan mengapa ada perubahan seperti ini, tentu kami tidak bisa menjawab karena ini bukan ranahnya kami sebagai pengelola, yang bisa menjawab ini adalah perserikatan,” jelas Demisioner Wakil Ketua I ini.

Haryati berjanji akan memfasilitasi Mahasiswa dengan perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah atau Perserikatan untuk menyampaikan apa yang menjadi tuntutannya.

Kami akan mencoba memfasilitasi siapapun yang mewakili perserikatan untuk bertemu dengan Mahasiswa, sebab bukan ranah kami untuk menjelaskan,” kunci Haryati.

Yus/Ar.

Komentar

News Feed