Perusahaan Sawit Dinilai Langgar Kesepakatan, Apkasindo Perjuangan Sulbar Ancam Lakukan Konsolidasi

Ekobis, Uncategorized521 Pembaca

Darasaksara.com – Mamuju – Atas sikap Perusahaan Kelapa Sawit yang dinilai tidak konsisten mempedomani penetapan harga tandan buah segar (TBS) yang telah ditetapkan oleh tim penetapan TBS Provinsi Sulawesi Barat pada 16 Februari 2022 di D’ Maleo hotel sebelumnya yakni Rp. 3.041, DPW APKASINDO Perjuangan Sulawesi Barat mengancam akan melakukan konsolidasi besar – besaran dengan petani, Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua III Bidang Advokasi DPW APKASINDO Perjuangan Sulbar.

Dirinya menilai bahwa Perusahaan Kelapa Sawit sepertinya inkonsisten terhadap hasil penetapan yang telah disepakati.

” Sikap perusahaan kembali tidak berpedoman pada penetapan yang telah ditetapkan oleh tim penetapan TBS dengan harga Rp 3.041/Kg, dengan alasan bahwa mereka akan rugi, dimana mereka menilai rendemen petani rendah, ini tentu sangat inkonsisten,” kata Rahman

Bagi Abdul Rahman, alasan tersebut tidaklah berdasar, karena dalam Permentan No 1 Tahun 2018, rendemen TBS itu diuji 5 Tahun sekali.

Selain itu, dia menilai Pemerintah juga tidak tegas dalam memberikan sanksi pada perusahaan yang dianggap tidak taat pada aturan.

” Kami menilai pihak Pemerintah juga tidak tegas terhadap perusahaan kelapa sawit yang tidak taat aturan yang sampai saat ini belum ada sanksi bagi perusahaan kelapa sawit yang melanggar aturan,” kunci Rahmat.

[Faidah]

 

Komentar