Pilkada Mamuju Dalam Persfektif Pengamat Politik

Berita, Politik915 Pembaca

Darasaksara.comMamuju – Jelang beberapa bulan, Pilkada Mamuju kembali akan dihelat, hal ini tentu menjadi pemantik bagi sejumlah politisi dalam menguatkan instrumen politiknya.

Melihat kondisi kekinian, khususnya di Kabupaten Mamuju, salah satu pengamat politik,  Ihwan Anas mengatakan, Pilkada Mamuju nampaknya semakin dinamis, dinamis yang saya maksud adalah yang pertama karena pemilukada semakin dekat, tentu atensi dari masyarakat semakin besar.

Selain itu kata Ihwan, tampilnya  Ado Mas’ud yang santer di publik akan menjadi pendamping Sutinah Suhardi jika memang sudah resmi cukup menjadi salah satu hal yang membuat Pilkada Mamuju menjadi semakin dinamis.

Ditanya soal alasan yang membuat dirinya menyebut Ado Mas’ud sebagai salah satu hal yang dinilai mewarnai Pilkada Mamuju, Ihwan menjelaskan bahwa, siapapun yang tampil sebagai wakil dari Sutinah, sudah pasti berkontribusi terhadap dinamisasi yang terjadi menjelang pemilukada.

Lebih jauh Pengamat Politik ini mengungkapkan bahwa, jangankan munculnya calon wakil katakanlah yang sudah pasti, muncul informasi baru saja yang berkaitan dengan perhelatan itu tetap akan berkontribusi terhadap dinamisasi, itulah kenapa dalam politik kita sering mendengar orang bermain issu, jadi kalau issu saja berkontribusi terhadap dinamisasi, apalagi calon itu sendiri.

” Persoalan apakah dinamisasi itu bergerak mengangkat elektoral calon tersebut atau justru sebaliknya, itu soal lain, tetapi dua – duanya tetap merupakan bagian dari dinamisasi yang terjadi,” imbuhnya.

Merespon dua pasangan yang digadang akan bertarung di Pilkada Mamuju, terkait peningkatan trend dari segi elektoral, akseptabilitas dan elektabilitasnya, pihaknya belum berani membeberkan hal tersebut.

” Saya tidak punya data yang bisa pertanggungjawabkan secara ilmiah untuk mengomentari itu, karena kalau untuk bicara persoalan tersebut, kita harus mengukurnya dengan variabel ilmiah, dan satu – satunya variabel yang paling ilmiah yah tentu survei terbaru, selebihnya itu bisa saja dianggap asumsi dan kalau asumsi itu tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” papar Ihwan.

Harapannya kita tetunya dinamisasi yang terjadi maupun yang akan datang tetap berada pada rel – rel demokrasi, dan tentu tidak melahirkan gesekan – gesekan sosial yang bisa merusak kekerabatan kita, persaudaraan kita sesama masyarakat Mamuju, biarkanlah pilkada ini berlansung semata – mata untuk adu gagasan para kompetitor, sehingga perbedaan pilihan itu hanya menjadi perbedaan argumentatif dalam membangun Mamuju kedepan.” kunci Ihwan Jumat (3/7).

Penulis   : Nur.

Editor     : Muh Zen.

Komentar