PMII Mamuju Nilai Sutinah Sebagai Bupati Terburuk

Mamuju174 Pembaca

Darasaksara.com – MAMUJU – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju menilai kinerja Bupati Mamuju, Hj. Sutinah Suhardi sebagai Bupati terburuk sepanjang sejarah di Kabupaten Mamuju.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju, Muh. Radit Tasming kepada laman ini via WhatsApp Selasa 9 Januari 2024.

Radit menyebut bahwa hal yang paling disoroti PMII Cabang Mamuju ialah sikap Bupati Mamuju yang anti kritik dan tempramen dalam menumui masyarakatnya.

”Perlu di etahui PMII Mamuju Sudah beberapa kali melakukan aksi demonstrasi dan mempertanyakan masalah dan keluhan masyarakat. Tetapi, Bupati dalam berapa segmen tidak menemui dan tidak tahan kritik ,” kata Radit.

Lebih jauh Radit menyampaikan, baru – baru ini, saat PMII Mamuju melakukan aksi pada 8 Januari 2024 dan Audiens pada 9 Januari 2024 saat di temui, Bupati Mamuju memperlihatkan sifat arogansinya untuk meninggalkan massa aksi karena PMII Mamuju menolak Audiens yang tidak sesuai kesepakatan.

Radit mengaku bahwa PMII Mamuju merasa dikhianati dengan kesepakatan Audiens dengan perwakilan Bupati saat aksi pada 8 Januari 2024 yang di wakilkan ke Kepala BPBD Kabuapten Mamuju yakni Taslim Sukirno dimana ada beberapa detail teknis dan kesepakatan yang tidak di penuhi.

” Kami mengangap bahwa kebijakan yang dibuat dan program yang buruk salah satunya program Kartu Mamuju Keren yang gagal dan hanya kartu biasa  – biasa saja yang tidak memiliki keunggulan apapun,”tegasnya.

Hal lain yang menjadi sorotan Radit adalah minimnya pembangunan infrastuktur ,sarana pendidikan ,serta fasilitas umum yang berguna bagi rakyat banyak menjadi gambaran yang tidak kita lihat di periode kepemimpinan Sutinah.

Dalam aksi yang di laksanakan pada 8 januari tersebut PMII Mamuju menyampaikan 14 tuntutan yang di anggap urgen dan hasil advoaksi dan kajian langsung kami,yang paling kami soroti tentang evaluasi dinas DLHK Mamuju tentang petugas kebersihan Mamuju yang memiliki armada terbatas serta upah petugas kebersihan yang di anggap sanggat kecil serta beban kerja mereka yang sanggat besar,”pungkasnya.

Adapun 14 tuntutan PMII Cabang Mamuju :

1. Usut tuntas kasus stadion Manakarra.
2. Pertegas tentang undang – undang No. 5 Tahun 2003 pasal 11.
3. Usut tuntas pembangunan manakarra tower.
4. Perjelas bantuan stimulan tahap ke dua.
5. Perjelas Beasiswa Manakarra.
6. Perjelas fungsi Kartu Mamuju Keren.
7. Perjelas bantuan alat berat di Kecamatan Kalukku.
8. Mendesak Pemkab Mamuju mengakui tanah adat di Kalumpang dalam bentuk perda/perbub.
9. Perjelas bantuan KUBE Dinas Sosial Kabupaten Mamuju.
10. Wujudkan sarana pendidikan dan infrastruktur di Kabupaten Mamuju.
11. Evaluasi pelayanan RS Mamuju.
12. Evaluasi dan tangkap pejabat Pemkab Mamuju yang menyalahgunakan wewenang.
13. Evaluasi Dinas DLHK Kabupaten Mamuju.
14. Perjelas anggaran stunting di Kabupaten Mamuju.

[Id]

Komentar