Prof. Zudan Gantikan Akmal Di Sulbar, Begini Respon PMII Mamuju Dan IPPMLR

Berita245 Pembaca

Darasaksara.com – MAMUJU – Pergantian Penjabat Gubernur (Pj) Sulawesi Barat (Sulbar)Akmal Malik kini kembali ramai dibincang.

Sebelumnya, diketahui ada tiga nama yang diusulkan oleh DPRD Sulbar diantaranya :

1. DR. Muhammad Idris.,M.Si yang saat ini menjabat sebagai Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat

2. Drs. H. Jufri Rahman.,M.Si selaku Staf Ahli Bidang Pemerintahan Otoda Kemenpan RB

3. Prof. DR. Zudan Arif Fukurullah.,SH, MH yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan.

Dari tiga nama tersebut, Prof. DR. Zudan Arif Fukurullah.,SH, MH yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan terpilih dalam sidang Tim Penilaian Akhir (TPA) yang digelar di Istana Negara, Kamis 4 Mei 2023.

Merespon hal itu, beberapa kelompok mahasiswa ikut memberi pernyataan terhadap Wacana pergantian Pj. Gubernur Sulbar tersebut.

Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju Syamsuddin mengatakan,
siapa pun yang memimpin Sulbar harus punya visi dan misi membangun Sulbar ke arah yang lebih baik.

Meski pihaknya menaruh harapan bahwa yang semestinya yang menjadi Pj. Gubernur di Sulbar adalah orang lokal.

Syamsuddin mengaku akan tetap menyampaikan kritik pada siapapun yang akan menjadi Pj. Gubernur Sulbar kedepan.

“PMII Mamuju akan tetap selalu mengkritik siapapun yang menjadi Pj. Gubernur ketika dibawa kepemimpinannya terdapat kebijakan yang tidak menuju kepada kesejahteraan masyarakat Sulbar.

Sementara, Ketua Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa Leling Raya (IPPMLR) Iswar menyebut bahwa, siapapun yang nantinya menjadi Pj. Gubernur Kita lihat saja kinerjanya bagaimana.

Yang pastinya kata aktivis berambut gondrong ini kita tidak menginginkan Pj. Gubernur yang hanya datang menjanjikan beberapa hal terkait pembangunan di Sulbar, ketika itu lagi terjadi maka tidak ada bedahnya dengan Pj. sebelumnya.

Berbagai Pekerjaan rumah yang harus dituntaskan di Sulbar diantaranya di sektor kesehatan pendidikan, dan bahkan infrastruktur masih sangat memprihatinkan yang semestinya dikawal dengan baik,” kunci Iswar.

[Faidah]

Komentar