oleh

Refleksi History Londong Dehata Sebagai Spirit Kepengurusan PP – IPMAPUS Sulbar.

-Berita, Sosbud-279 Pembaca

Darasaksara.com – Mamuju – Hanya  terhitung 15 hari usai melaksanakan Kongres Luar Biasa I di Dusun Malawwa, Kelurahan Simboro, Kecamatan Mamuju, Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (PP – IPMAPUS) Sulbar dibawah nahkoda barunya, Ali Mustakim, hari ini, Sabtu 21 Agustus 2021 resmi dilantik di D’ Maleo Hotel Mamuju.

Pada acara pelantikan tersebut, turut dihadiri oleh Bupati Mamasa H. Ramlan Badawi selaku Dewan pembina organisasi, Ketua Kerukunan Keluarga Besar Pitu Ulunna Salu (KKB – PUS ) Sulbar, Muhammad Zakir Akbar, dewan senior Munandar Wijaya Ramlan, tokoh masyarakat PUS, H. Mustari Pondanga, Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Hamzi dan Bupati Mamuju, Hj. Sutinah Suhardi

H. Ramlan Badawi selaku Pembina PP – IPMAPUS Sulbar secara resmi telah melantik dan mengambil ikrar atau sumpah pengurus pada periode 2021 – 2023 kedepan.

Dalam sambutannya, H. Ramlan Badawi menitip tiga pesan kepada kepengurusan Ali Mustakim agar roda organisasi dapat berjalan dengan baik kedepan.

Menurutnya, kesuksesan suatu organisasi yang pertama adalah harus memiliki planning atau perencanaan yang matang, jangan kegiatannya hanya itu – itu saja.

Kita mengharapkan PP – IPMAPUS Sulbar kedepan harus memiliki program kerja yang spektakuler, dan tentu kami sepakat atas gagasan yang disampaikan oleh ketua terpilih harus mampu menjadikan organisasi ini laboratorium lahirnya kaum intelektual,” jelas Ramlan.

Yang kedua adalah capabity, atau kemampuan untuk memanagemen suatu organisasi, seorang pemimpin dalam organisasi dia tidak boleh mengedepankan emosional jika ingin diikuti oleh anggota atau bawahannya.

Sementara hal yang paling inti dalam membawa roda organisasi kedepan adalah bagaimana membangun jaringan pada semua organisasi, termasuk kepada Pemerintah dan kepada siapa saja, agar tercipta kerja – kerja yang efektif dan terjaling kekompakan antar satu dengan yang lain.

Dari tiga hal urgen tersebut, Ramlan juga mengingatkan bahwa semua visi – misi yang telah disampaikan oleh ketua terpilih, agar betul – betul direalisasikan kedepan, agar organisasi ini bisa lebih baik kedepan.

Ditempat yang sama, Bupati Mamuju, Hj. Sutinah Suhardi menyampaikan selamat atas pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (PP- IPMAPUS) Sulbar periode 2021 – 2023.

” Saya menyampaikan selamat atas dilantiknya Pengurus Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (PP-IPMAPUS) Sulbar periode 2021 – 2023,” kata Sutinah.

Pada kesempatan tersebut, Sutinah juga berharap pada kepengurusan yang baru ini, bisa membawa nuansa baru demi kemajuan IPMAPUS Sulbar kedepan, dimana sebagai lembaga sosial control dengan muatan tersendiri, dapat menjadikannya semakin maju dan berkembang.

Lebih jauh, Sutinah menyampaikan bahwa, kami dari Pemerintah Kabupaten Mamuju sangat terbuka atas semua kritikan yang sifatnya konstruktif. Dan kami menilai organisasi yang bernuansa kearifan lokal ini, telah mampu memperlihatkan eksistensinya dalam kehidupan sosial masyarakat di Sulawesi Barat dan secara khusus di Kabupaten Mamuju.

Jika kita berbicara dinamisasi pembangunan, tentu tidak akan mampu kita jalankan jika hanya bertumpu pada pemerintah, sehingga dibutuhkan kontribusi dari semua elemen masyarakat dalam bentuk apapun, sehingga berat sama dipikul dan ringan akan sama pula dijinjing,” ungkap Bupati Mamuju ini.

Sementara, Ketua KKB – PUS Sulbar yang juga sebagai salah satu dewan senior PP – IPMAPUS Sulbar, Muhammad Zakir Akbar menegaskan bahwa, untuk yang baru dilantik, kita semua menunggu kiprahnya, dan menunggu apa yang akan mereka lakukan kedepan.

Zakir melihat bahwa salah satu tantangan saat ini terkhusus adik – adik kita adalah bagaimana upaya menghidupkan organisasi, bahkan dalam dunia kampuspun, tantangannya adalah bagaimana mendorong orang untuk berorganisasi. Sehingga proses rekrutmen kader harus selalu dibangun karena itu akan membuat suatu organisasi akan besar.

Sekedar merefleksi history, Zakir menjelaskan bahwa Pitu Ulunna Salu dimasa lalu, itu belum menjadi sebuah konfederasi, dimana di PUS juga kita tidak mengenal putra mahkota, dimana tradisi PUS itu adalah tradisi aristokrasi, tradisi para bangsawan atau tradisi para tomakaka.

Zakir mengurai bahwa pada masa lalu, kampung – kampung yang ada di dataran pegunungan di Pitu Ulunna Salu, adalah kampung – kampung yang mandiri meskipu mereka punya hubungan antara satu dengan yang lain, tetapi ketika ada serangan maka lahirlah londong dehata berinisiatif untuk membentuk perserikatan untuk mengusir para musuh tersebut.

Sekelumit cerita yang kami sampaikan saat ini, tentu ini bisa menjadi spirit bagi pengurus IPMAPUS yang baru, bahwa kekuatan PUS itu, sangat bergantung pada apa yang disebut kebersamaan, saling memahami, dan yang paling penting dalam menjalankan organisasi adalah “Tappaq Anna Sindoro” yang artinya harus yakin dan jujur,” harapnya.

Secara tegas, Zakir berpesan bahwa janganlah jadikan organisasi ini sebagai sebagai kuda tunggangan buat anda – anda semuanya, namun jadikanlah organisasi sebagai ajang untuk mengkader

Hal lain adalah, bagaimana tradisi keberagaman yang ada di Pitu Ulunna Salu tentu harus dapat dijaga, karena di tengah ancaman dis-integrasi bangsa, maka kampanye keberagaman tetap harus didorong,” pungkas Zakir, Sabtu 21 Agustus 2021.

Ar/Da.

Komentar

News Feed