oleh

Sebuah Analisa Pendidikan, Persfektif Mahasiswa KKN Unika Mamuju Di Desa Sinabatta

-Opini-138 Pembaca

Darasaksara.com – Opini – Dalam buku “Memulikan Sekolah Memulikan Manusia”. Haidar Baqir menyebutkan sudah kita ketahui bersama bahwa pendidikan memiliki nilai strategis untuk memecahkan semua masalah di suatu Negara. Jika dirunut ke belakang masalah rendahnya moral, akhlak, perilaku dan etos kerja masyarakat, tak lain dan tak bukan karena mutu pendidikan yang memang rendah. Nah, ditahun 2018 sampai 2021,pendidikan mengalami degradasi atau penurunan. salah satunya ditandai dengan banyak ditemukan hari ini siswa kelas 3 SD bahkan kelas 5 SD itu kemudian belum bisa membaca, ini salah satu conto kecilnya. Fakta lain adalah, dengan meningkatnya angka putus sekolah di tingkat SMP maupun SMA. Apa yang menyebabkan ini?, Tentunya yang perlu dianalisa adalah apa faktor yang mempengaruhi pendidikan hari ini, apakah manusianya atau penyakit hari ini (covid) yang menjadi faktor ?

Hal yang pertama yang akan saya analisa dari faktor yang mempengaruhi pendidikan hari ini sehingga mengalami degradasi adalah covid 19, dimana nampaknya makin menggila menjangkit ummat Manusia. Dengan adanya virus covid -19, tentunya ini dapat dinilai menghambat atau mengacaukan sistem pendidikan hari ini, sebab sebelum adanya corona, masih banyak waktu siswa di Sekolah, bahkan jadwal masuknya di sekolahpun sudah sangat terpenuhi sebagaimana mestinya siswa diberikan pembelajaran.

Faktor lain adalah Manusia, nah, bagaimana sehingga manusia disebut – sebut menjadi faktor yang mempengaruhi menurunnya pendidikan hari ini ? Ya tentunya karena paradigma sosial saat ini orang-orang menganggap bahwa belajar itu hanya ada pada lingkungan formal Sekolah, sedangkan belajar itu bisa di manapun, baik formal maupun non formal itu salah satunya.

Kita juga tak dapat menutup mata adanya fakta bahwa konstruksi berpikir sebahagian orang tua yang masih sangat sempit. Dimana mereka menganggap bahwa tenaga pendidik hanya guru disekolah. Sedangkan seharusnya yang berperan penting terhadap sistem Pendidikan disuatu Negara adalah orang tua siswa. Bukankah madrasa pertama dari seorang anak adalah ibunya, (orang tua) ? Sehingga dapat disimpulkan bahwa seorang anak itu sangat memerlukan orang tua untuk mendidiknya, terutama ibunya, dimana ibulah yang menjadi madrasah pertama dari semua manusia. Hal ini disokong oleh satu hadist disebutkan bahwa yang menjadi tiang negara adalah wanitanya, jadi jika ingin merusak suatu bangsa maka rusak perempuannya.

Dari hal ini, jika di satu Negara perempuan memiliki kesadaran atas kebesaran bangsanya, maka perempuan akan berlomba-lomba memperbaiki dirinya. Dan jika laki-laki memiliki kesadaran terhadap Negaranya maka mereka akan menghargai perempuannya.

Perempuan dan laki – laki tentu harus mampu menanamkan dalam diri bagaimana ia mampu memberi kontribusi pada Bangsa dan Negara, melalui upaya ikut melibatkan diri dalam melakukan perbaikan pada kondisi Pendidikan dengan sekecil apapun. Sehingga bagi kami Mahasiswa KKN Universitas Tomakaka yang saat ini mencoba mengejewantahkan tri darma perguruan tinggi yakni pengabdian pada masyarakat, hadir di tengah – tengah masyarakat Desa Sinabatta, Kabuapaten Mamuju Tengah, dengan upaya mentransformasi pemikiran yang kami dapatkan di dunia kampus, sekaligus melakukan hal terkecil sebagai upaya memperbaiki sistem Pendidikan di Bangsa ini.

Yusril Mahendra.

Komentar

News Feed