oleh

Seorang Anak Di Polman Sulbar Di Bully Beberapa Pemuda

Darasaksara.comPolman – Seorang bocah berinisial RZ (10), di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat mendapatkan perlakukan tidak pantas oleh beberapa pemuda. Ia menjadi korban bullying.

Para pelaku dengan teganya mengikat kedua tangan RZ dengan sepotong bambu dengan menggunakan tali dengan paksa, lalu pelaku meloroti celana korban.

Salah seorang keluarga korban, RA saat dikonfirmasi via WhatsApp Minggu (13/12/20) membernarkan adanya kejadian yang dialami oleh bocah yang kini duduk di bangku kelas 4 SD tersebut.

” Jadi, menurut keterangan RZ kepada kami bahwa, Katanya dia keluar malam untuk melihat adu ayam dekat rumah, dia pergi duduk dengan sekelompok pemuda,” kata RA.

Tak berselang lama, salah satu pemuda itu memanggil RZ, dengan bertanya kepada RZ, apakah kamu mau terbang ?, Sehingga RZ berpikir dia mau di foto dengan gaya terbang, namun tidak demikian,” lanjut RA.

RZ justru di ikat dengan sepotong bambu dengan menggunakan tali secara paksa, meski RZ meminta kepada pelaku untuk tidak diikat, namun justru mereka mengikat dengan kencang membuat RZ merasa ketakutan untuk berteriak dan meminta tolong, karena ia berfikir akan dikeroyok oleh pelaku,” terangnya.

Lebih jauh, RA menuturkan bahwa, setelah kedua tangan RZ diikat, salah satu pelaku meloroti celana RZ, disitulah RZ mulai menangis ketakutan dan merasa malu karena para pelaku merekam hingga kemaluan dari RZ terlihat dan pelaku menertawai korban.

Tak sampai disitu kata RA, salah satu pelakunya pun datang membawa pisau sehingga RZ merasa ketakutan, dimana ikatan pada kedua tanganya tidak bisa dilepas dan harus menggunakan pisau yang hampir mengenai tangan RZ.

Dari kejadian itu pun, dari pengakuan RZ kepada kami bahwa ia sempat mendengarkan dari salah satu pelaku bahwa ini adalah hanya sekedar Prank atau candaan,” ungkap RA.

Kejadian tersebut pada Jumat malam, sekitar pukul 22 : 00 Wita (10/12/20) di lingkungan Mombi, Kelurahan Darma, Jl. SMK 02 Polewali Mandar Sulawesi Barat,” ujar RA.

Pasca kejadian tersebut, RZ pulang ke rumah pukul 23 : 00 Wita, dia tidak pernah bicara dan langsung tidur, meski saya sempat nasehati bahwa jangan selalu keluar malam,” ungkap RA.

Lanjut RA menerangkan bahwa, besoknya pasca kejadian, RZ pergi ke rumah temannya, tak sengaja ia ketemu dengan salah satu pelaku dan memanggil untuk makan somay, serta ia meminta untuk tidak menceritakan kejadian ini kepada keluarga.

” Kami mengetahui kejadian ini dari keluarga dekat sendiri yang bernama AI karena korban memang tak menceritakan apa yang dialami,mungkin masih dalam kondisi ketakutan,” beber RA.

Atas apa yang dialami oleh RZ, kondisi psikologi anak tersebut berbeda dari hari – hari sebelumnya, RZ sekarang jadi anak pendiam dan takut jika ditinggal sendiri,” imbuhnya.

Untuk itu, karena RZ sudah di visum kemarin malam tepatnya, Sabtu (12/12/20), kami dari pihak keluarga untuk tetap melanjutkan hingga proses hukum, meski pihak keluarga pelaku ingin bedamai.” Simpul RA, Minggu (13/12/20).

Penulis : Yusriadi.

Editor : DarasAksara.com

Komentar

News Feed