Soal E – Warong, Lamdes Sulbar Angkat Bicara

Berita1,284 Pembaca

Darasaksara.comPolman – Lembaga Advokasi Masyarakat Desa(LAMDES) juga ikut angkat bicara mengenai kasus Warung Elektrotrik Gotong Royong (E – Warong) Desa Katumbangan Lemo, Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar

Ketua Lamdes Sulawesi Barat Suardi S.IP ikut menyayangkan atas pengelolaan E – Warong di Desa Katumbangan Lemo yang dinilai tidak sehat, terlebih kepada Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar dan Kordinator BPNT Polewali Mandar yang tidak mampu menyelesaikan hanya satu kasus.

Suardi menyebut bahwa, terkait mekanisme pengangkatan agen E – Warong juga sarat dengan ketidakjelasan, mekanismenya tidak sesuai pedoman umum,belum lagi soal saling melempar kesalahan.

Dinsos menyampaikan bahwa agen E – Warong pengangkatannya itu pihak Bank BRI yang tahu. saat dipertanyakan kepada pihak BRI, mereka juga menunjuk Dinas Sosial yang menyerahkan nama-nama ke Bank yang akan diangkat menjadi agen E – Warong,” Ujar Suardi.

Parahnya lagi, Ma’rifah selaku koordinator BPNT Kabupaten Polewali Mandar mengaku bahwa pengangkatan E – Warong itu berdasarkan rekomendasi dari Desa, namun faktanya dibeberapa Desa tidak membenarkan bahwa rekomendasi itu dari desa, Katumbangan lemo salah satunya,” imbuhnya.

Selain itu, ia mengungkapkan, Bahariah selaku Ibu Desa tidak tahu menahu, dan tidak mengakui bahwa ada rekomendasi yang dikirim ke Korkab terkait pengangkatan E – Warong, begitupun bagian administrasi di Desa juga tidak mengakui ada Rekomendasi yang dikirim ke Korkab.

Lebih jauh, Aktivis Lamdes Sulbar ini megaku bahwa, kasus ini sebenarnya sudah menjadi komsumsi beberapa LSM di Polewali Mandar, dan setelah kami melakukan kordinasi dan pengkajian bersama, kami menemukan banyak kejanggalan.

atas adanya hal ini, teman – teman Aliansi Pemuda Peduli Desa yang telah mengadvokasi kasus ini juga akan kembali melakukan penolakan dengan aksi demo, bersama teman-teman LSM dan lembaga Pemuda dan Mahasiswa lainnya juga akan turun menyikapi kasus ini, dan mereka telah mengantongi beberapa bukti dari kasus ini, bahkan rencana akan melaporkannya sampai ke Kementrian Sosial dan Komisi 8 DPR RI,” Simpul Suardi, Jumat (10/7).

Penulis   : Awan.

Editor     : Yusriadi.

Komentar