oleh

Tim Itjen Kemenkumham RI, Kumpulkan Data Indikasi Kecurangan Rekrutmen CPNS

-Berita, Mamuju-127 Pembaca

Darasaksara.comMamuju – Terkait adanya indikasi kecurangan rekrutmen CPNS di wilayah Kemenkumham Sulbar kini terus bergulir.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya upaya hukum yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra untuk melaporkan dugaan kecurangan tersebut ke Dirkrimsus Polda Sulbar, serta laporan sejumlah peserta yang merasa dirugikan ke Ombudsman RI Perwakilan Sulbar.

Salah satu peserta Nur Indasari (23) saat diwawancarai membeberkan adanya indikasi kecurangan pada tes kesamaptaan.

” Saya telah menyampaikan kronologis yang terjadi pada tes kesamaptaan kepada tim Inspektorat Jendral Kemenkumham,” kata Nur Indasari.

Lebih jauh Nur Indasari menyebut bahwa, kami telah menyampaikan apa yang terjadi dilapangan termasuk perbedaan nilai pada saat pengumuman, termasuk kami dari sejumlah peserta yang nilainya tidak sesuai yang ada di lapangan.

Ada hal yang tidak masuk diakal bagi kami, seperti nilai chinning up-nya dilapangan 60 kali, pada saat dipengumuman di up menjadi 85, ini yang kami anggap ada indikasi kecurangan,”imbuhnya.

Nur Indasari berharap bahwa praktek kecurangan dalam rekrutmen kedepan itu tidak terjadi lagi yang dapat merugikan peserta.

Dengan adanya upaya yang saat ini masih terus dikawal oleh Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Manakarra, tentu kita sangat berharap kedepannya tidak ada lagi  tindakan yang dinilai dapat merugikan peserta, yang tadinya mempersiapkan diri untuk lolos, namun justru dikebiri dengan cara – cara yang tidak benar,” harap gadis berusia 23 tahun ini.

Lanjut, Nur Indasari mengaku bahwa, apa yang kami sampaikan ini, tentu bukan tanpa alasan, terkhusus kami di peserta perempuan yang hanya 20 orang, sehingga kita bisa saling mengidentifikasi satu sama lain dilapangan.

Sementara, Agung Natanael, Pengendali Teknis Inspektorat Jendral Kemenkumham RI saat dikonfirmasi usai melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak yang merasa dirugikan di Sekretariat HMI Cabang Manakarra, Jl Ahmad Kirang Mamuju, Kamis (19/11/20) mengaku bahwa apa yang dilakukan adalah merupakan upaya pengambilan data – data.

” Jadi kami hanya mengambil data – data,” kata Agung Natanael.

Tak hanya itu, ia juga mengaku telah mengambil sejumlah data – data dari Ombudsman RI perwakilan Sulbar dan melakukan audiensi ke Korem 142/Tatag Mamuju.

” Jadi kita juga mengambil data di Ombudsman RI Perwakilan Sulbar, termasuk melakukan audiensi ke Korem 142/ Tatag Mamuju,” ujar Agung Natanael.

Saat ditanya langkah yang akan dilakukan setelah proses pengumpulan data, Agung mengaku akan menyampaikan ke pimpinan di Jakarta.

Hal lain, jika dikemudian hari apa yang menjadi indikasi tersebut terbukti, Agung menyebutkan bahwa, tentu pimpinan yang akan mengambil kebijakan, karena kewenangan kami hanya mengambil data.

Sementara soal kedatangannya di Sulbar, apakah ada agenda lain selain dari kasus yang saat ini bergulir di Kemenkumham Sulbar, dirinya mengaku bahwa ada agenda lain yakni termasuk monitoring pembangunan lapas dan termasuk pendampingan BPK.

Penulis   : Yusriadi.

Editor     : Darasaksara.com

Komentar

News Feed