oleh

Ukir Prestasi Sejak SMP, Trisita Kumalasari Persembahkan Emas Di Ajang Porprov IV Sulbar

Darasaksara.com – MAMUJU – Trisita Kumalasari (18), akhirnya berhasil mempersembahkan medali emas untuk cabang olah raga Pencat Silat Kelas C Putri di ajang Porprov ke VI Sulawesi Barat.

Gadis kelahiran Lumajang 27 Maret 2004 ini, berhasil melaju ke final setelah mampu mengalahkan St. Paradiba kontingen asal Kabupaten Majene pada semifinal, Selasa 20 Desember 2022 kemarin.

Tak sampai disitu, adik kandung Babinsa Desa Tapandullu, Koramil 1418-01 Mamuju Kodim 1418 Mamuju ini membuktikan kegigihannya untuk mempersembahkan medali emas dibabak final, hingga pada akhirnya Trisita mampu mengalakan Ainul Afifah S kontingen asal Pasangkayu pada Rabu, 21 Desember 2022 kemarin.

Bakatnya menjadi seorang pesilat itu mulai dilatih sejak masih duduk dibangku SMP, hal itu dapat dibuktikan dengan adanya sejumlah piagam penghargaan dan sejumlah kejuaraan yang ia ikuti diantaranya sebagai berikut :

1. Trisita Kumalasari pernah mengikuti P.O Beraksi IV Perguruan Tinggi Dan Ranting Se- Indonesia pada Desember 2017 silam mewakili SMP 1 Randu Agung.

2. Kujuaraan P.O Unesa Cup II se – Jawa Timur.

3. Juara III Kelas H. Putri Praremaja Pada Kejuaraan Daerah Pencat Silat Piala Gubernur VIII Jawa Timur 2018.

Sementara, dalam proses perjalanannya. Trisita juga pernah mewakili Sulawesi Barat pada Kejurnas Silat antar PPLP/PPLPD dan SKO Se – Indonesia di Banda Aceh Tahun 2019, serta Pekan Olah Raga Nasional (Poknas) XV di Jakarta 2019.

Setelah menjadi juara 1 Pencat Silat Kelas C Putri di ajang Porprov ke VI Sulawesi Barat, saya sangat senang sekali bisa mempersembahkan medali emas,” kata Trisita.

Atas semua prestasi yang ia dapatkan hingga saat ini, dia mengaku tidak akan pernah berhenti untuk bisa terus meraih apa yang menjadi impiannya.

“Saya ingin bisa ke jenjang yang lebih tinggi lagi, agar bisa membanggakan orang tua, mengharumkan nama daerah bahkan bangsa sekalipun,” harap Trisita.

Selain itu, alumni SMA Neg 2  Mamuju ini mengucapkan terima kasih yang setinggi – tingginya kepada seluruh pihak yang berkontribusi atas capaiannya dalam ajang Porprov ke IV ini.

“Terima kasih kepada pelatih perguruan, jajaran pengurus IPSI Kabupaten Mamuju dan semua yang terlibat dalam memberikan dukungan kepada saya terkhusus masyarakat Mamuju, Sulawesi Barat hingga saya bisa sampai pada titik ini,” ungkap Trisita.

Terpisah, Sekertaris IPSI Kabupaten Mamuju, Jaharuddin saat dikonfirmasi via WhatsApp mengaku bersyukur atas prestasi yang ditorehkan oleh Trisita Kumalasari yang meraih medali emas.

” Pertama bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada ananda atlit Trisita  Kumalasari atas prestasinya meraih emas pada Kelas C Puteri dengan mengalahkan pesilat dari Kabupaten Majene di final,” kata Jaharuddin.

Selain Trisita, masih ada  atlit Kabupaten Mamuju yang meraih emas, perak dan Perunggu,  dimana kita bisa mendapat 9 medali emas dengan jumlah atlit 11 orang diantaranya : Muhammad Syarif (Seni Tunggal Baku Putra), Penni Yuniarti (Seni Tunggal Baku Putru), sementara pada  Seni Regu Putera terdiri darj 3 orang atlit yakni Muh. Saleh, Muh.Sabit, dan Risawal.

Lanjut Jaharuddin, untuk seni Ganda Putera
terdiri dari 2 orang atlit yakni Muh.Syarif dan Andi Rifqi Haq,  dan Kelas B Puteri ada Ayu Spria  Ningsi dan Kelas C Puteri  Trisita Kumalasari

Pada Kelas G Putera Zachary  Zaim Hariadi, kelas J Putera ada Muhammad Ilyas,”imbuhnya.

Meski demikian, Jaharuddin mengaku belum puas atas apa yang menjadi capaian saat ini.

” Bagi kami, sebagai Official tim Kontingen Kabupaten Mamuju sekaligus praktisi Pencak silat belum puas dengan capaian ini,
karena sesungguhnya kami bisa dapat emas sampai 14 jika latihan kami dapat dilaksanakan secara maksimal,” ungkapnya.

Masih kata Jaharuddin, kami tidak di dukung oleh sarana dan prasarana sesuai yang di butuhkan, contohnya, untuk tempat latihan saja kami tidak punya, sehingga selama kami melaksanakan pemusatan Latihan (TC) kami mengkondisikan saja keadaan dengan berpindah-pindah tempat sebanyak 5 kali.

Jaharuddin berharap, pemangku kebijakan dapat membangun Padepokan Pencat Silat untuk tempat latihan defenitif dengan ukuran minimal 25 meter x 30 meter dan disiapkan halaman tempat parkir , sehingga dgengan adanya padepokan nantinya, dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyelenggaraan event pencak silat skala Kabupaten dan Provinsi.

Selain itu, untuk atlit berprestasi kiranya Pemerintah memberikan kebijakan untuk direkrut diterima bekerja secara gratis di instansi Pemerintah sesuai bakat dan back ground pendidikannya, Seperti Trisita  Kumalasari dapat di rekrut menjadi Personil Kowad TNI AD, Polwan dan IPDN termasuk atlit lainnya,”Simpul Jaharuddin, Kamis 22 Desember 2022.

[Riadi]

Komentar

News Feed