Wacana 3 Periode & Kenaikan BBM Di Era Jokowi, Begini Respon Kader PDI Perjuangan Mamuju

Berita, Politik432 Pembaca

Darasaksara.com – Mamuju – Wacana perpanjangan masa jabatan presiden sepertinya turut menjadi perhatian sejumlah kader PDI Perjuangan.

Seperti halnya, salah seorang kader DPC PDI – Perjuangan Kabupaten Mamuju, Ahmadi Salim, SE kepada laman ini Selasa 5 April 2022 mengatakan, Jokowi 3 Periode merupakan sikap dari para relawan Jokowi, dipihak lain ada parpol yang ingin mengambil simpati dari relawan Jokowi yang solid untuk pemenangan pemilu 2024.

Menurutnya, ini hanya suatu dinamika politik tanah air kita sebagai bentuk afiliasi politik baik secara partisan maupun personal elit.

Lebih jauh, Ahmadi menjelaskan, PDI Perjuangan sepanjang sejarah senantiasa mengedepankan konstitusi sebagai dasar juang.
Senada dengan tuntutan mahasiswa kita tentu lebih ekstrim dan lebih terarah bahkan salah satu agenda rekomendasi politik PDI Perjuangan untuk melakukan amandemen UUD secara terbatas khusus menghadirkan kembali GBHN juga ikut di pending hingga hasil pemilu 2024 sebagaimana disampaikan oleh sekjen PDI Perjuangan.

“Kita tidak ingin ada upaya agenda terselubung dalam amandemen UUD, jadi issu Presiden 3 periode kita bersepakat dengan agenda kemahasiswaan sebagai bagian dari amanat reformasi,” kata Ahmadi.

Ditanya soal beberapa kebijakan Jokowi seperti kenaikan Bbm berjenis Pertamax, Ahmadi menilai bahwa itu dikhususkan bagi kelompok ekonomi atas.

“Jadi, dengan kenaikan BBM jenis pertamax, sejak dulu menurut saya dikhususkan bagi kelompok ekonomi atas, meski demikian kita juga tidak berharap Pertamax mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Ahmadi melihat bahwa upaya pemerintah menaikkan Pertamax sebagai imbas dari kenaikan harga minyak dunia akibat dari invasi perang Rusia vs Ukraina demi menjaga neraca perdagangan.

Meski kenaikan BBM jenia pertax naik, dia melihat efek kenaikannya tidak berdampak signifikan terhadap inflasi di Indonesia.

” Saat ini, kita bisa melihat efek kenaikan Pertamax tidak berdampak terhadap inflasi di Indonesia sehingga tidak perlu menjadi kekhawatiran perekonomian bangsa kita,” pungkas Ahmadi.

[Faidah]

Komentar