Wacana Dana Stimulan Tahap Kedua, Arwan Berjanji Akan Kawal

Darasaksara.com – Mamuju – Pada kegiatan koordinasi pelaksanaan bantuan stimulan perbaikan rumah di Sulawesi Barat oleh BNPB RI yang dilaksanakan di Hotel Meganita, Kamis 3 Februari 2022 turut dihadiri Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Sulawesi Barat, H. Arwan M Aras T, S.kom.

Dalam kesempatan tersebut, politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, melalui pertemuan ini, kita juga sudah mengevaluasi BPBD, tentu kita berharap kedepan ada koordinasi yang baik, karena semua ini akan berjalan dengan baik kalau koordinasinya juga baik.

Meski demikian, Arwan mengaku bahwa dalam proses penanganan gempa di Sulbar selama ini itu masing – masing berjalan dengan sendiri – sendiri, sementara di kebencanaan itu tidak boleh demikian, karena kita harus bisa bersinergi dengan semua pihak.

Menanggapi terkait adanya pengusulan penyaluran dana stimulan gempa Sulbar pada tahap kedua, Arwan mengaku akan tetap mengawal dengan baik semua progres.

“Jadi, selama ini saya sering ditanya masyarakat apakah benar akan ada tahap kedua, tentu saya tidak bisa menjawab sebab itu gawaian BPBD yang ada di masing – masing Kabupaten, namun akan tetap kita kawal,” kata Arwan.

Lebih jauh, Arwan menjelaskan bahwa jika Pemda sudah mengusul ke BNPB RI soal data tahap kedua tentu kita akan kawal, dan kita sudah ketahui bersama bahwa sebisa mungkin secepatnya dilakukan verifali terkait data yang sudah diusulkan.

Sementara soal data penerima dana stimulan tahap kedua yang datanya dinilai belum lengkap, bagi Arwan perlu juga kita perhatikan kesejahteraan pendamping ataukah mereka kurang memahami apa yang mereka lakukan.

Tidak hanya data penerima dana stimulan tahap kedua yang menjadi perhatian, bagi Arwan, 116 kepala keluarga yang ada di dua Dusun y/Aholeang dan Rui, Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene yang masih bertahan di tenda – tenda darurat, tentu harus menjadi skala prioritas minimal apa yang menjadi kebutuhan dasarnya.

” Saya sebenarnya kecewa dengan Pemkab Majene, sebab beberapa kali kami pertanyakan soal progres penanganan dua dusun tersebut, mereka selalu saja bilang siap, namun faktanya sejauh ini belum ada kejelasan,” terangnya.

Ditanya soal wacana relokasi dua Dusun tersebut, ia belum mendapat informasi yang jelas dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupaten Majene berapa anggaran yang akan dikucurkan untuk itu.

Intinya, atas kondisi saudara – saudara kita di Aholeang dan Rui kita akan tetap berupaya untuk mengawasi sejauh mana progres pemerintah dalam menyelesaikan problem tersebut dengan tentunya melalui jalur koordinasi yang ada,” simpul Arwan.

Ar/Da.

Komentar